Al-Qur’an untuk Desa Wonolelo, Puncak Gunung Merbabu

Hujan deras menyertai perjalanan utusan Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah(Yawash), naik ke puncak gunung Merbabu di dusun Surodadi, Desa Wonolelo, Kec Sawangan Kabupaten Megelang, tempat pertempuran akidah antara Kristen dan Islam.

Betapa tidak, jumlah gereja begitu banyak. Hampir setiap jarak 5 rumah diapit dengan gereja dan rumah pegiat rohani Kristen. Jumlah warga desa Wonolelo kurang lebih 100 KK itu sekarang terkikis Kristenisasi tinggal 60 KK saja yang Muslim.

Arah menuju daerah Surodadi sejatinya cukup menarik dengan jalan berliku. Di samping kanan-kirinya dipenuhi jurang yang curam namun indah mempesona. Angin dingin menusuk kulit membuat badan menggigil kedinginan.

“ Ketika kami tiba di dusun Cubung Bawah,  tepatnya di halaman masjid Baitul Nur. Puluhan jamaah laki-laki, perempuan, serta anak-anak berdatangan untuk segera menunaikan ibadah shalat dhuhur,” kata Akbar Muzakki yang mewakili Yawash, ditemani oleh Fani Rahman dan Djanto dari Jogjakarta.

Menurut Akbar, di kawasan desa Wonolelo, Merbabu, tersebut hanya terdapat satu muballigh dengan jumlah Al-Qur’an di masjid Baitul Nur 6 eksemplar.

“Untuk tahap awal kami baru dapat membagikan Wakaf Al-Qur’an untuk 4 musholla di kawasan desa Wonolelo, dengan jumlah yang masih terbatas,” terang Akbar.

“Semoga ke depan Yawash dapat datang lagi dengan menjangkau 3 desa lain yang diserbu Kristenisasi,” tambah  lebih lanjut.
Amz/Tim Yawash

author
No Response

Leave a reply "Al-Qur’an untuk Desa Wonolelo, Puncak Gunung Merbabu"