Anak-anak Sukatenang Senang Dapat Qur’an

CUACA sangat panas siang itu. Matahari begitu terik menyinari, namun angin sepoi-sepoi yang berembus dari persawahan mampu menyapu peluh di kening.

Sekitar sepuluh anak-anak santri Taman Pendidikan al-Quran (TPQ) berdatangan. Siang itu, memang jadwalnya mereka belajar al-Quran.

“Semoga al-Quran ini bermanfaat untuk para santri dan jamaah masjid,” ujar Dadang Kusmayadi, Ketua Yayasan Wakaf Quran Suara Hidayatullah (Yawash).

 

Pesan itu ia sampaikan saat memberikan al-Qur’an di Masjid Sirojut Taqwa, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jumat (23/3/2018).

Dadang juga mengajak pada masyarakat agar berwakaf al-Qur’an karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan al-Quran.

Saat penyerahan al-Qur’an wakaf tersebut Dadang Kusmayadi didampingi Sekretaris Yawash M. Azmi.

Sementara itu, Agus Suharyadi, yang mewakili pengurus dan jamaah masjid menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Alhamdulillah, kami atas nama pengurus dan jamaah masjid Sirojut Taqwa menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Wakaf Quran Suara Hidayatullah, dan khususnya para wakif quran. Semoga amal jariyahnya diganjar pahala oleh Allah,” kata Agus.

Menurut Agus, cikal bakal Masjid Sirojut Taqwa karena semakin banyaknya jumlah penduduk Desa Sukatenang dan kebutuhan tempat untuk anak-anak mengaji. Selain itu, jarak masjid untuk shalat Jumat sangat jauh.

Kemudian atas kepedulian para tokoh masyarakat setempat seperti Ustadz Zahruddin, Kiai Na’amin, Haji Anwar Sanusi (Kepala Desa Sukatenang), dan masyarakat, maka diputuskan untuk membangun sebuah masjid.

Alhamdulillah, atas bantuan dari berbagai pihak, pada 2017 masjid dengan ukuran 12 x 13.5 meter tersebut telah berdiri di tanah wakaf atas nama Agus Suharyadi seluas 2.100 meter.

Saat ini, masjid tersebut digunakan untuk kegiatan keagamaan seperti, shalat berjamaah, komunitas remaja masjid, TPQ, dan majelis taklim untuk bapak-bapak serta ibu-ibu walaupun dengan fasilitas seadanya.

Kegiatan di TPQ, kata Agus, dibagi beberapa kelas. Ada yang pagi, siang, sore, dan malam.

“Santri belajar ngaji ada yang pagi, siang, sore, dan ba’da maghrib. Baru beberapa surat pendek yang hafal, mereka bersemangat,” kata Agus, yang juga menjabat sebagai penyuluh keagamaan di Kecamatan Sukawangi.

Antusias warga untuk memakmurkan masjid pun sangat besar. Keterbatasan ekonomi orangtua mereka yang tidak mampu, bahkan untuk membelikan al-Qur’an tidak menjadikan anak-anak patah semangat untuk belajar.

“Tidak adanya al-Qur’an, pengeras suara, kipas angin, karpet dan sumber air yang keruh tidak menghalangi jamaah untuk tetap memakmurkan masjid,” ungkap Agus.

“Karena itu, jika ada yang lapang rezekinya silakan turut serta beramal jariyah, insya Allah pahalanya mengalir hingga kelak di akhirat,” pungkas Agus berharap.

Dalam waktu hampir bersamaan Yawash juga menyerahkan 50 eksemplar al-Qur’an wakaf pada dai Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Jawa Timur.

Ust. Sutomo dan Ust. Ahmad Barir menerimanya pada saat acara silaturrahim dai pedesaan dan daerah terpencil yang digelar DDII di Pesantren eKisi, Trawas Mojokerto, Jawa Timur.*

Berbagi Untuk Yang Lain:
No Response

Leave a reply "Anak-anak Sukatenang Senang Dapat Qur’an"