Banyak Beristighfar Ketika Membaca Al-Qur’an (2)

ABU SULAIMAN al-Darani berkata: “Kadangkala aku shalat selama lima malam secara berturut-turut dengan satu ayat dan menuntut diriku untuk mengamalkan apa yang ada di dalamnya, jika tidak, Allah akan menganugerahiku kelalaian untuk ayat yang sering aku baca itu sepanjang umurku, sebab aku mendapatkan satu ilmu baru setiap kali merenung, dan Al-Qur’an tidak pernah habis keajaibannya bagiku.”

Syeikh Ali al-Khawas berkata: “Seandainya Allah tidak memberikan kepada masing-masing wali makna-maknaAl-Qur’an sebagai karunia ketika mereka membacanya, maka tak satu pun di antara mereka yang mampu membaca semuanya dalam satu malam, karena kesempurnaan bukan pada ilmu mereka yang berhubungan dengan Al-Qur’an, melainkan ia adalah karunia yang diberikan kepada mereka ketika mereka membacanya.”

Anas bin Malik berkata: “Mungkin saja seseorang membaca Al-Qur’an, sedang Al-Qur’an melaknatinya.”

Abu Sulaiman al-Darani berkata: “Malaikat Zabaniyah datang kepada pembaca Al-Qur’an lebih cepat daripada kepada penyembah berhala, semua itu disebabkan karena mereka bertentangan dengan apa yang mereka baca.”

Sufyan al-Tsauri berkata: “Jika seorang hamba membaca Kalamullah tetapi ia berbicara dengan omong-kosong dan kembali membaca Al-Qur’an, maka Allah berkata: “Apa hakmu atas Kalam-Ku?”

Al-Fadil bin Iyad berkata: “Pada hari kiamat, para pembaca Al-Qur’an akan ditanya dengan pertanyaan yang ditanyakan kepada para nabi. Mereka ditanya tentang pengamalan Al-Qur’an, sebab mereka diperintahkan untuk mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya.”

Dalam hadist disebutkan: “Kebanyakan orang munafik dalam umat ini adalah pembaca Al-Qur’an.”

Guru saya, Syeikh Abu al-Su’ud al-Jarihi memberitahu, selama 20 tahun mengkhatamkan Al-Qur’an, ia mengkhatamkannya satu kali di siang hari dan satu kali di malam hari. Ia melakukan semua itu sebelum bertemu dengan gurunya Ahmad al-Marhumi. Setelah ia bertemu, gurunya berkata: “Engkau tidak mendapatkan sesuatu pun, sebab engkau hanya bergembira dengan jumlah khataman, engkau tidak menuntut dirimu mengamalkan satu amalan pun.”

Syeikh Abu al-Su’ud al-Jarihi berkata: “Lalu ia menyuruhku untuk merenung dan mengintrospeksi diri dengan mengamalkan setiap ayat, dan aku tidak mampu mengamalkan sepuluh ayat yang pernah aku baca.”*/Abdul Wahhab Al-Sya’rani, sebagaimana tercantum di dalam bukunya Lentera Kehidupan.

author
No Response

Leave a reply "Banyak Beristighfar Ketika Membaca Al-Qur’an (2)"