Keberkahan Diatas Mamuju

No comment 248 views

Cerahnya cakrawala di atas desa Kadaila  siang itu, makin menambah cerahnya wajah ke-59 jamaah pengajian majelis taklim Nurul Iman. Maklum, pengajian rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 24 itu kini semua jamaahnya menenteng Alqur’an. “Teman-teman jadi semangat belajar lho, ustadz” ungkap Parti ketua majelis taklim yang sudah berjalan sejak  tahun 2007 ini. “Qurannya bagus, mahal dan ada terjemahannya lagi, harus bagus juga semangat ngajinya”  kata Suminah yang juga pengurus majelis taklim.

wakaf al quran di Mamuju

Penyerahan Wakaf Qur’an di Mamuju

Menurut  Parti, sebenarnya  ada beberapa anggotanya yang tidak bisa sama sekali baca-tulis al-Qur’an. Namun  sekarang alhamdulillah,sejak mendapatkan quran wakaf  beberapa orang sudah mulai senang belajar membaca Qur’an meski masih terbata-bata.

 

Dengan adanya  bantuan wakaf Al quran  Suara Hidayatullah lewat  dai Hidayatullah Mamuju Tengah ini, alhamdulillah semangat jamaah untuk mengkaji quran semakin tinggi. Hal ini bisa dilihat dari tinginya  antusiasme masyarakat untuk  menghadiri  majelis  taklim meski dengan memaksakan diri karena paginya harus lebih dulu membantu suami  mendodos (memanen buah kelapa sawit dengan mengunakan alat sejenis tombak pipih)

Alhamdulillah sudah hampir empat tahun perjalanan  majelis yang dibina dai-dai Hidayatullah ini.  Dan selama itu pula,  Alhamdulillah Allah masih memberikan keistiqomahan kepada jamaah untuk terus menuntut ilmu.

Desa Kadaila  berada di kecamatan Karossa  berbatasan dengan wilayah kabupaten Mamuju Utara.  Sebagian besar penduduknya  adalah transmigran                                                                  dari pulau Jawa, Bali dan Lombok, Sulawesi Selatan.dan daerah lainya.

Satu hal yang menjadi keprihatinan para orangtua di Kadaila dan di sekitarnya adalah dengan masuknya aliran listrik  banyak anak anak  dikampung yang mulai meninggalkan pengajian di mushollah. Mereka lebih  suka menonton televisi yang program acaranya sangat tidak mendidik.    “Kalau tidak diimbangi dengan pembekalan ilmu-ilmu agama yang cukup, pasti akan berdampak buruk bagi pertumbuhan iman generasi yang akan datang, ” jelas salah satu jamaah pengajian yang berprofesi sebagai guru.

Ustad Faruk salah seorang  pembimbing majlis taklim Nurul Iman  di kampung ini dalam salah satu tausiyahnya mengatakan bahwa, salah satu faktor tidak diamalkannya agama ini dengan benar adalah karena ummat islam  tidak faham terhadap kitabnya. Oleh sebab itu beliau berpesan agar para  anggota majelis taklim untuk lebih serius lagi dalam belajar  Al quran. “ Harus bisa  membagi waktu belajar al-Qur’an dan bekerja di kebun,agar cepat faham  sehingga dapat mengamalkannya kedalam kehidupan sehari hari” pungkasnya.

Salah Satu Masjid yang Jamaahnya Menerima Al Qur'an Wakaf

Salah Satu Masjid yang Jamaahnya Menerima Al Qur’an Wakaf

Oleh karena itu jamaah majlis taklim di kampung ini bertekat untuk lebih aktif lagi untuk mengikuti kegiatan pengajian.  Salah satu  rencananya adalah, pengajian rutin bulanan akan  diadakan bergilir di setiap rumah, juga lebih fokus  pada pemantapan baca-tulis al-Qur’an yang dibimbing langsung tenaga-tenaga berpengalaman.

Dalam kesempatan pengajian tersebut yayasan Wakaf Quran Suara Hidayatullah membagi Alquran kepada 4 mushollah dan 2 masjid. Semoga berkah amiin.

author
No Response

Leave a reply "Keberkahan Diatas Mamuju"