Kegelapan di Kedalaman Laut

No comment 230 views

Prof. Durga Rao, seorang ahli geologi kelautan dan merupakan profesor di Universitas King Abdul Aziz di Jeddah, diminta untuk berkomentar tentang ayat ini.

Atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yanq dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak dapat melihatnya. Barangsiapa yang tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.” (QS. An-Nur: 40)

Profesor Rao mengatakan bahwa para ilmuwan sepakat dengan hal ini. Tentunya dengan bantuan peralatan modern untuk menyelidiki kegelapan di kedalaman laut. Manusia tidak mampu menyelam tanpa alat bantu di lebih dari 20 – 30 meter, manusia pun tidak dapat bertahan hidup pada kedalaman lebih dari 200 meter. Ayat ini tidak merujuk kepada semua lautan yang ada karena tidak setiap laut dapat digambarkan memiliki akumulasi kegelapan yang berlapis antara satu dengan lapis atasnya.

Ia merujuk terutama pada dalamnya lautan atau samudera, seperti yang dikatakan Al-Qur’an, “Kegelapan di lautan yang luas dan dalam.”

Kegelapan berlapis di laut dalam ini terjadi karena dua penyebab:

1. Sinar cahaya terdiri dari tujuh warna. Warna ini adalah ungu, nila, biru, hijau, kuning, oranye dan merah. Sinar cahaya akan mengalami pembiasan ketika menabrak air. Di kedalaman 10-15 meter air menyerap warna merah. Oleh karena itu, jika seorang menyelam di kedalaman 25 meter dan mendapat luka, ia tidak dapat melihat warna merah darahnya karena warna merah tidak bisa mencapai kedalaman ini.

Demikian pula warna oranye yang diserap pada kedalaman 30-50 meter, kuning pada 50-100 meter, hijau pada 100-200 meter, biru pada kedalaman 200 meter dan violet serta nila pada kedalaman lebih dari 200 meter. Warna akan hilang secara berturut-turut, satu lapis disusul lapisan yang lain. Maka, semakin dalam laut maka akan semakin gelap. Kegelapan yang sempurna dapat ditemukan di kedalaman lebih dari 1.000 meter.

2. Sinar matahari diserap oleh awan, yang pada akhirnya menimbulkan lapisan kegelapan di bawah awan. Ini adalah lapisan pertama dari kegelapan. Ketika sinar mencapai permukaan laut maka akan terpantul dari permukaan gelombang dan memberikan efek tampilan mengkilap. Gelombang inilah yang memantulkan cahaya dan menyebabkan kegelapan.

Cahaya tidak dapat menembus kedalaman laut, karena laut memiliki dua bagian. Bagian permukaan yang ditandai dengan cahaya dan suhu hangat serta bagian dalam laut yang ditandai dengan kegelapan. Bagian permukaan dan bagian dalam dipisahkan oleh gelombang. Gelombang laut menutupi air dasar laut dan samudera. Sebab, air dasar laut memliki kerapatan yang lebih tinggi daripada air di atasnya. Kegelapan mulai terlihat di bawah gelombang laut. Bahkan, ikan yang berada di laut yang dalam tidak bisa melihat. Satu-satunya sumber cahaya adalah berasal dari tubuh mereka sendiri.

Al-Qur’an menerangkan hal ini dalam ayatnya:

Gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang

Dengan kata lain, gelombang yang dimaksud ada banyak jenisnya, contohnya adalah gelombang yang ditemukan di permukaan laut.

Ayat Al-Qur’an menerangkan “di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis.

Maksudnya awan di sini adalah yang berfungsi sebagai penghalang atas satu dengan yang lain kemudian menyebabkan kegelapan. Ini terjadi karena penyerapan warna yang terjadi pada masing-masing tingkat kedalaman.

Prof. Durga Rao menyimpulkan dengan mengatakan, “1.400 tahun yang lalu, manusia normal tidak akan mampu menjelaskan fenomena ini begitu rinci. Dengan demikian informasi ini pasti berasal dari sumber di luar batas kemampuan manusia (supranatural).”*/Dr. Zakir Naik, dari bukunya Miracle of Al-Qur’an & As-Sunnah

author
No Response

Leave a reply "Kegelapan di Kedalaman Laut"