Manusia Diciptakan dari ‘Alaq

No comment 60 views

BEBERAPA tahun lalu sekelompok orang Arab mengumpulkan semua informasi berkenaan dengan embriologi yang terdapat di dalam Al-Qur’an dan mengikuti semua instruksi dari Al-Qur’an, “Maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43)-(QS. AI-Anbiya’: 7)

Semua informasi dari Al-Quran telah terkumpul dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Kemudian diserahkan pada Prof. Dr. Keith Moore, seorang profesor embriologi dan Ketua Departemen Anatomi di Universitas Toronto, Kanada. Dialah salah satu tokoh yang memiliki otoritas tinggi di bidang embriologi.

Prof. Dr. Keith Moore diminta untuk memberikan pendapatnya mengenai informasi yang ada dalam Al-Qur’an mengenai embriologi.

Setelah meneliti dengan hati-hati semua data terjemahan yang diberikan kepadanya, ia mengatakan bahwa sebagian besar informasi mengenai embriologi yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah sempurna serta sesuai dengan penemuan modern masa kini.

Profesor Universitas Toronto ini menambahkan, semua informasi dari Al-Qur’an tidak bertentangan sedikit pun dengan ilmu modern embriologi. Bahkan, profesor ini mengatakan, ada beberapa ayat yang sangat cocok dengan ketepatan ilmiah hingga membuatnya terbungkam; tidak dapat berkata-kata.

Tidak ada pertentangan tentang informasi ini dalam ilmu embriologi modern, di antaranya ayat berikut:

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.” (QS. Al-Alaq: 1-2)

Kata alaq selain bermakna segumpal darah yang membeku, ia juga bermakna sesuatu yang melekat, seperti lintah.

 

Dr. Keith Moore belum mengetahui tentang hal ini. Untuk membuktikannya, ia belajar tahap awal pembentukan embrio dengan mikroskop super canggih di laboratorium. Setelah dia amati dan bandingkan dengan seekor lintah, ia terkejut melihat kemiripan yang mencolok antara keduanya!

Dengan cara yang sama, ia terus menggali informasi berkenaan dengan embriologi dari Al-Qur’an. Dr Keith menjawab 80 pertanyaan berkaitan dengan embriologi yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist.

Semua informasi yang dibawa Al-Qur’an dan Al-Hadist sesuai dengan penemuan-penemuan terbaru dalam bidang embriologi. Dr. Moore mengatakan, “Jika saya mendapatkan pertanyaan seperti ini 30 tahun yang lalu, saya tidak mampu menjawab setengahnya karena hal itu belum ada informasi ilmiah yang ditemukan.”

Sebelumnya, Dr Keith Moore telah menulis buku “The Developing Human“. Setelah menemukan sesuatu yang baru dari dalam Al-Qur’an, pada 1982 ia menulis buku 3 edisi dengan judul yang sama “The Developing Human“. Buku ini dinobatkan sebagai buku medis terbaik yang ditulis oleh satu penulis saja. Bahkan, karya profesor Universitas Toronto ini telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa utama dunia dan digunakan sebagai buku teks embriologi tahun pertama ilmu kedokteran.

Pada tahun 1981, selama konferensi medis ke-7 di Dammam, Arab Saudi, Dr. Moore mengatakan, “Menjadi sebuah kehormatan bagi saya untuk membantu memperjelas pernyataan dalam Al-Qur’an tentang perkembangan manusia. Jelas bagi saya bahwa pernyataan ini datang kepada Muhammad dari Allah, karena hampir semua pengetahuan ini tidak ditemukan sampai berabad-abad kemudian. Ini menjadi bukti bagi saya bahwa Muhammad benar-benar utusan Allah.”

Dr. Joe Leigh Simpson, Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi di Baylor College of Medicine, Houston, AS menyatakan, “… Ini adalah hadist, perkataan Muhammad yang tidak mungkin diperoleh berdasarkan pengetahuan ilmiah yang tersedia di zamannya (abad ketujuh). Bukan hanya karena tidak adanya pertentangan antara genetika dan Islam, tetapi sebenarnya Islam justru dapat membimbing sains untuk menambah terbukanya tabir penemuan sains terbaru. Ada pernyataan dalam Al-Qur’an yang terbukti berabad-abad kemudian dan cocok sehingga hal ini menjadi pendukung bahwa pengetahuan di dalam Al-Qur’an berasal dari Allah.*/Dr. Zakir Naik, dari bukunya Miracles of Al-Quran & As-Sunnah.

 

author
No Response

Leave a reply "Manusia Diciptakan dari ‘Alaq"