Masih Ada Asa Tersisa di Lombok

No comment 255 views

HARI itu, malam mulai beranjak. Sebagian warga Dusun Kakong, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, masih melakukan aktivitas memilah bijih kopi yang dijemur pada siang hari itu.

Tiba-tiba bumi bergoncang. Orang-orang berteriak, “Gempa… gempa…” Yang di dalam rumah berhamburan ke luar. Mereka berlari ke tempat yang lapang untuk menyelamatkan diri.

Hampir semua warga, hingga menjelang pagi tak ada yang berani tidur. Semuanya terjaga.

Ketika mentari pagi mulai tampak, warga baru bisa melihat bangunan rumah mereka yang sudah hancur.

Gempa bumi dahsyat terjadi pada Ahad, 5 Agustus 2018 lalu, sekitar pukul 18.45 WITA. Goncangan berkekuatan 7,0 skala Richter itu mengguncang Lombok dan meratakan seluruh bangunan warga.

Bukan saja menimbulkan kerugian fisik, tetapi juga menelan korban jiwa. Padahal sepekan sebelumnya (29 Juli 2018), terjadi gempa bumi pula. Kepanikan dan trauma warga pun belum sirna.

Bangunan masjid dan pondok pesantren pun tak luput dari guncangan dahsyat gempa bumi. Al-Qur`an, rak buku, dan meja-meja santri pun rusak.

“Terima kasih kepada Yayasan Wakaf Al-Qur`an Suara Hidayatullah, donatur dan relawan yang sudah memberikan bantuan al-Qur`an untuk kami,” kata salah seorang perwakilan warga.

“Alhamdulillah, meskipun jumlahnya hanya puluhan al-Qur`an, namun ini sangat bermanfaat untuk mereka. Kami hanya membantu menyampaikan amanah dari Yayasan Wakaf Al-Qur`an Suara Hidayatullah,” kata Rusmin Nuryadin, relawan dari Baitul Maal Abdurahman Bin Auf, yang turut mendistribusikan al-Qur’an.

Kini, warga Desa Bentek mengungsi ke ladang dan kebun yang dianggap aman. Mereka mengungsi tak jauh dari pemukiman mereka. Letak dusun yang agak menjorok ke dalam ini hampir luput dari perhatian bantuan.

Kecamatan Gangga adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Kecamatan ini berjarak sekitar 7 kilometer dari ibukota Kabupaten Lombok Utara.

Gempa bumi yang terjadi di Pulau Seribu Masjid itu telah menelan ratusan korban jiwa meninggal, ratusan korban luka ringan dan berat, dan ribuan bangunan luluh lantak. Mari terus kita bantu mereka.*Dadang Kusmayadi

Berbagi Untuk Yang Lain:
No Response

Leave a reply "Masih Ada Asa Tersisa di Lombok"