Semangat Belajar Al-Qur`an di Curug Panjang

No comment 175 views

DESA Curug Panjang di suatu pagi. Udara dingin masih menusuk tubuh. Semak belukar dan pepohonan pun masih diselimuti kabut.

Akan tetapi, sepagi itu anak-anak dengan cerianya sudah bersiap pergi ke sekolah. Begitu juga para orang tua tak mau kalah semangat dengan anak-anak. Ada yang pergi ke pasar, ke sawah atau ke kebun. Mereka sudah mulai beraktivitas.

Perjuangan anak-anak Curug Panjang, khususnya Kampung Cilasung, bukan hanya untuk bangun pagi saja. Tetapi mereka pergi ke sekolah harus melalui jalan setapak. Kadang menanjak dan berbatu. Bahkan harus melewati sawah dan hutan. Tak jarang anak-anak dihadang anjing liar dan ular.

Mereka butuh waktu sekitar 45 menit dari rumah untuk sampai di sekolah.

Uniknya, jika pulang sekolah sepatu mereka dilepas. Mereka beralasan supaya sepatunya bisa dipakai lama.

“Lebar, sapatuna ambeh awet (sayang sepatunya supaya awet).”

Memperoleh Wakaf Al-Qur`an

Menjelang Zhuhur, Senin, 6 Agustus 2018 lalu, Yayasan Miftahul Hikmah tampak ramai. Ibu-ibu jamaah pengajian, santri Taman Pendidikan al-Qur’an (TPA), aparat desa, masyarakat, dan mahasiswa berkumpul. Ada acara pengajian ibu-ibu dan anak-anak serta kegiatan bakti sosial di yayasan yang terletak di Kampung Situjaya, Desa Curug Panjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten itu.

Menurut Izuddin, Ketua Yayasan Miftahul Hikmah, kegiatan bakti sosial itu meliputi layanan kesehatan, pengobatan gratis, pemberian paket untuk yatim, dan penyuluhan. Acara tersebut dihadiri sekitar 180 orang.

Pada kesempatan itu, diserahkan al-Qur’an secara simbolis dari Yayasan Wakaf al-Qur`an Suara Hidayatullah (YAWASH). Penyerahan dilakukan oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Serang yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah tersebut.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada para pewakaf, para donatur, para pengurus Yayasan Wakaf Qur`an Suara Hidayatullah, dan para mahasiswa UPI Serang yang telah berkontribusi dalam pengadaan al-Qur’an ini. Semoga Allah membalasnya dengan pahala yang berlimpah,” ujar Izuddin.

Sementara itu, Ketua KKN Fakultas Ilmu Pendidikan UPI Serang dari Tim Badak 24, Muhammad Rifaldi mengatakan, Yayasan Miftahul Hikmah dipilih sebagai pusat penyerahan al-Qur’an karena pada saat itu pas ada pengajian ibu-ibu dan anak-anak.

“Di situ al-Qur`an tidak utuh dan jumlahnya pun terbatas. Maka kami Tim Badak 24 menyerahkan al-Qur`an pada yayasan tersebut,” kata Rifaldi.

“Selain di tempat itu, dalam beberapa waktu sudah tersalurkan juga amanah mushaf al-Qur`an ini di empat titik. Terima kasih kepada Yayasan Wakaf al-Qur`an Suara Hidayatullah yang telah bersinergi dengan kami. Mudah-mudahan bermanfaat dan ke depan silaturahmi ini bisa terus berjalan hangat,” ucap Rifaldi.

Ekonomi masyarakat Desa Curug Panjang kebanyakan bergantung pada hasil bertani atau berkebun. Jika hasil panen mereka bagus tentu sangat membantu kelangsungan hidup para petani. Namun jika cuaca tidak menentu, maka hasil panen mereka bisa saja berkurang bahkan merugi. Jika demikian, maka masyarakat sulit untuk memenuhi kebutuhannya.

Di beberapa mushala, masjid, dan majelis taklim sangat kekurangan fasilitas, terutama persediaan al-Qur`an. Tetapi keterbatasan itu tidak mengurangi semangat mereka dalam menimba ilmu agama. Dan mereka semakin bersemangat ketika mendapat wakaf al-Qur`an dari YAWASH.

“Terima kasih, kami senang mendapat al-Qur`an, insya Allah sangat bermanfaat,” kata salah seorang santri.* Dadang Kusmayadi

Berbagi Untuk Yang Lain:
No Response

Leave a reply "Semangat Belajar Al-Qur`an di Curug Panjang"