Senyum Bahagia Santri TPA Lebak

No comment 48 views

Hujan baru saja reda ba’da shalat Ashar. Selokan penuh dengan air berwarna kecoklatan. Bahkan sebagian airnya meluap ke jalan raya. Beberapa pohon tampak rebah. Hujan yang turun menjelang sore itu memang deras dan disertai angin kencang.

Beberapa anak mulai berdatangan ke TPA Miftahul Jannah. Mereka tampak hati-hati melangkah karena jalanan licin.

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) itu terletak di Desa Cimayang, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Lokasinya sekitar 140 kilometer dari Jakarta. Desa yang mayoritas penduduknya bertani dan berkebun ini bisa ditempuh dengan waktu sekitar 4-5 jam.

Makin sore, TPA itu makin ramai. Santri yang biasa mengaji pun sudah berkumpul. Rupanya, mereka sudah mendengar informasi akan kedatangan tim Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) dari ustadzahnya.

Menurut Ustadzah Parihah, 48 tahun, pengajar di TPA Miftahul Jannah, kegiatan mengaji para santri itu awalnya di rumahnya. Kemudian sang suami (almarhum), 4 tahun yang lalu membuat bangunan dua lantai yang terbuat dari kayu dan bambu di belakang rumahnya.

“Alhamdulillah, tadinya hanya beberapa santri, sekarang sudah ada 30 anak dan 5 orang tua yang mengaji. Namun kondisi TPA saat ini memprihatinkan karena beberapa bagian sudah dimakan rayap dan kena gempa akhir tahun 2017 lalu,” papar Parihah.

Ustadzah Parihah awalnya terpaksa mengajar anak-anak karena tidak ada guru lain yang mengajar. Tetapi kemudian ia terpanggil dan merasa bertanggung jawab. Itu pun sebatas mengajarkan buku Iqra’ dan dasar-dasar membaca al-Qur’an.

“Kalau ilmu yang lain seperti akidah, akhlak, sejarah nabi, saya mah tidak bisa. Itu harus ustadz atau ustadzah yang ahlinya,” ujar ibu dua anak ini.

“Sekarang saya sendirian yang ngajar, saya kewalahan,” imbuhnya.

“Untuk mencari guru ngaji susah. Mudah-mudahan saja ada ustadz yang mau membantu ngajar,” kata Nanin Lutfiani, anak kedua Ustadzah Farihah, yang kini sedang kuliah di PTIQ Jakarta, Fakultas Tarbiyah jurusan PAI turut menimpali.

Pada kesempatan itu, secara langsung diserahkan sebanyak 25 al-Qur’an, 40 buku Iqra’, dan buku-buku kisah para nabi dari Yayasan Wakaf Al-Qur`an Suara Hidayatullah (YAWASH).

“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa bertemu dengan anak-anak shalih dan shalihah. Kami menyampaikan amanah al-Qur’an, buku Iqra’ dan buku-buku bacaan. Jangan cuma disimpan, tapi dibaca ya. Tidak apa-apa sampai lecek atau rusak, itu tandanya dipakai,” ujar M Azmi, Sekretaris YAWASH.

Melinda, 11 tahun, matanya berbinar-binar ketika ia mendapatkan al-Qur’an. “Alhamdulillah, saya bangga dan bersyukur dapat Qur’an. Terima kasih dan sangat bermanfaat,” ujar siswi kelas 5 SDN 1 Cimayang ini.

Sementara itu, KH Syahruddin, adik kandung Ustadzah Parihah, yang turut hadir mengungkapkan pula rasa syukurnya.

“Terima kasih sekali atas kunjungan dan pemberian al-Qur’an, serta buku-buku bacaan untuk anak-anak. Semoga amal jariyah para donatur dicatat oleh Allah sebagai amal baik untuk bekal di akhirat,” ucapnya.

“Anak-anak di sini semangat belajar al-Qur’an, mereka tidak dipungut biaya. Mudah-mudahan kami diberikan kekuatan mengantar mereka menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah, juga diberi kesabaran dan keikhlasan dalam mengajar,” lanjutnya.

Sebelum berpisah dengan tim YAWASH, Ustadzah Parihah berpesan. “Saya berharap ada partisipasi dari masyarakat agar ikut membantu operasional kegiatan TPA Miftahul Jannah,” katanya.*Dadang Kusmayadi

Berbagi Untuk Yang Lain:
No Response

Leave a reply "Senyum Bahagia Santri TPA Lebak"