Senyum Bahagia Warga Dusun Mangli, Temanggung

Senyum Bahagia Warga Dusun Mangli, TemanggungMeski seratus persen beragama Islam, tidak semua rumahnya memiliki Al-Qur’an. Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah menyalurkan 120 Qur’an kepada masyarakat terpencil di dusun yang warganya kerap’digoda’ missionaris ini.

Raut wajah santri dan pengasuh TPQ Darul-Muttaqin tampak berseri-seri. Bukan karena mendapat hadiah uang jutaan, namun baru saja menerima Al-Quran dari Yayasan Wakaf Quran Suara Hidayatullah. Maklum, kitab yang digunakan selama ini sudah usang bahkan nyaris tidak berbentuk lagi. Kusut, sobek di sana-sini, bahkan beberapa lembar halaman raib entah kemana. Sampulnya pun telah hilang ditelan waktu.

Ketika membaca ada program Wakaf Quran di Majalah Suara Hidayatullah, ibu Sumarmi selaku pengasuh TPQ Darul Muttaqin langsung mencari informasi. “Bisakah di kampung kami dan TPQ ini mendapat Al-Quran?” pensiunan guru SD ini bertanya.

Harapan yang wajar. TPQ Darul-Muttaqin terletak di daerah terpencil. Tepatnya di Dusun Mangli, Desa/Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Dari ruas jalan raya Semarang-Jogjakarta, untuk mencapai dusun ini harus naik ojek sekitar 3 kilometer. Jalanan rusak. Sepanjang perjalanan tak ada perkampungan, hanya berupa kebun. Tiba di dusun itu seperti sampai di ujung dunia.

Mayoritas warganya menjadi petani. Beberapa di antaranya ada yang buruh pabrik. 100% Muslim, namun belum semuanya melaksanakan rukun Islam. Konon dalam sejarahnya, kampung ini pernah menjadi basis kaum PKI sehingga kering dari spiritualitas. Dalam perkembangannya, belum ada ormas atau lembaga dakwah yang menyentuh kawasan ini. Warga pun menjadi abangan alias Islam KTP.

Celakanya, warga yang rentan aqidahnya itu juga “diteror” gerakan misionaris. Tepat di pintu masuk jalan raya Semarang-Jogja –akses termudah untuk menjangkau Dusun Mangli—ada lembaga pendidikan non-Muslim yang sangat agresif mencari mangsa. Mereka gerilya dari rumah ke rumah, menawarkan beasiswa dan berbagai macam kemudahan bagi anak-anak yang mau sekolah di lembaga itu. Banyak yang terpesona dibuatnya.

Keluarga ibu Sumarmi akhirnya berinisiatif mendirikan TPQ gratis untuk membentengi aqidah anak-anak Dusun Mangli. Alhamdulillah respons warga luar biasa. Kini ada 65 anak yang menjadi santrinya, termasuk berasal dari kampung di sekitarnya.

Masalahnya ya itu tadi, TPQ belum punya Al-Qur`an. Namanya TPQ gratis, untuk membeli Al-Qur`an atau buku Iqro’ tentu tidak mudah. Begitu pula di Masjid Darul Muttaqin, satu-satunya tempat ibadah di dusun ini. Al-Qurannya sudah banyak yang rusak sehingga tidak bisa dimanfaatkan anak-anak TPQ.

“Wakaf Al-Qur`an sangat bermanfaat bagi TPQ, masjid, dan warga kami. Insya Allah akan kami manfaatkan sebaik mungkin,” kata Saimo, Kepala Dusun Mangli.

Yayasan Wakaf Qur`an Suara Hidayatullah menyalurkan 120 eksemplar Al-Qur`an di dusun ini. Berdasar musyawarah warga, selain disalurkan ke TPQ dan masjid, Al-Qur`an wakaf itu juga didistribusikan ke seluruh rumah warga. Maklum, meskipun warga beragama Islam, namun mayoritas rumahnya belum punya Al-Qur`an. Di dusun ini ada 54 KK, warganya berjumlah 185 orang.

“Alhamdulillah semua rumah sudah mendapat Al-Qur`an. Terima kasih kepada Yayasan Wakaf Qur`an Suara Hidayatullah, semoga semakin besar dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tambah Saimo.

author