Senyum Manis Santri Ciamis

No comment 51 views

BEBERAPA santri putri Madrasah Aliyah duduk sembari melihat lembar demi lembar sebuah majalah. Sementara di sudut lain ada yang sedang membaca al-Qur’an terjemah.

Ada juga beberapa santri putri sedang memilih buku yang hendak dibaca. Sambil berdiri, mereka mengamati satu per satu buku yang ada di rak. Setelah mengambil buku yang disukai, mereka duduk bersandar di tembok. Jari-jarinya membuka lembar demi lembar buku tersebut. Beberapa santri putri Madrasah Tsanawiyah terlihat mengamati serius gambar yang ada di buku tersebut.

Itulah suasana di perpustakaan Pondok Pesantren Nurussalam, Dusun Cintaharja, Desa Kujang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Menurut Ulfa, salah seorang petugas perpustakaan, koleksi kitab karya para ulama, buku-buku, maupun majalah Islam, masih sangat terbatas. Koleksi yang ada di perpustakaan merupakan sumbangan dari berbagai pihak seperti para alumni, simpatisan, dan donatur.

“Pengurus berupaya melengkapi perpustakaan ini. Para santri butuh ilmu pengetahuan dengan berbagai bacaan yang sehat, bacaan yang baik, yang memberi manfaat, baik itu majalah maupun buku-buku. Kami berharap seiring bertambahnya koleksi perpustakaan ini minat baca dan semangat para santri dalam dunia literasi akan tumbuh,” kata Ulfa.

Ulfa, yang juga alumnus Pondok Pesantren Nurussalam ini sangat senang ketika permohonan bantuan yang ditujukan kepada Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) akhirnya diterima.

“Alhamdulillah, semoga al-Qur’an, Majalah Suara Hidayatullah, dan buku-buku Islam ini akan bermanfaat bagi kami,” ujarnya.

“Belum banyak yang kami berikan, namun semoga bermanfaat untuk para santri. Doakan kami juga agar tetap istiqamah dalam mengemban amanah ini,” ujar M Azmi, Sekretaris YAWASH.

Ungkapan syukur disampaikan juga oleh seorang santriwati.

“Alhamdulillah, jazakallah khairan katsiran kepada Yayasan Wakaf al-Qur’an Suara Hidayatullah yang telah memberi al-Qur’an terjemah sehingga kami di sini bisa membaca dengan mudah dan bisa memahami al-Qur’an. Semoga Allah Ta’ala memberikan pahala yang setimpal,” ujarnya.

Sementara itu, di mushalla pondok pesantren, tampak beberapa santriwati tingkat Madrasah Aliyah sedang membaca al-Qur’an.

Rahmi, kelas 1 Madrasah Aliyah mengatakan, “Alhamdulillah, hari ini kami mendapatkan al-Qur’an, semoga kami bisa belajar lebih giat lagi dan berusaha memahami al-Qur’an.”

Pondok Pesantren Nurussalam, Dusun Cintaharja, Desa Kujang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis didirikan bermula dari cita-cita dua orang santri yang pernah mesantren di Pondok Pesantren Gontor Ponorogo (Jatim), yaitu Ustadz Abdul Hadi (alm) dan Ustadz Wahyudin.

Seiring dengan waktu, pada Juli 1988 berkumpullah tim pendiri Pesantren Nurussalam, di antaranya Ustadz Abdul Hadi, Abdul Majid, Kurnia Abas, Idris Sudiaman, dan Abah Sukarmi. Namun, secara resmi Yayasan Nurussalam ini berdiri pada tahun 1991.

Kini, di Pondok Pesantren Nurussalam ini sudah berdiri lembaga pendidikan dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Madrasah Aliyah, untuk putra dan putri.*Dadang Kusmayadi

Berbagi Untuk Yang Lain:
No Response

Leave a reply "Senyum Manis Santri Ciamis"