Wakaf Qur’an untuk Dusun Terpencil

No comment 49 views

“Masak di Sidoarjo masih ada desa terpencil!” kata seorang dokter yang praktik di bilangan Waru, Sidoarjo. Begitulah faktanya, untuk mencapai  Dusun Pucukan yang masuk dalam Kecamatan Gebang, Sidoarjo hanya ada satu cara: transportasi air(spead boad / kapal nelayan), dengan waktu tempuh antara 1,5 sampai 2 jam perjalanan.

Dusun ini berjarak 25 km arah timur kota Sidoarjo, dan dihuni  54 KK, dengan mayoritas Muslim. Sebagian besar warganya bermatapencaharian nelayan tradisional dan buruh tambak. Mayoritas rumah penduduk Dusun Pucukan berdinding bambu dan dikelilingi oleh tambak-tambak ikan.

Yang memperihatinkan, kendati masuk dalam kawasan ‘kota Santri Sidoarjo’ mereka tidak pernah melaksanakan shalat Jum’at. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap Islam, serta tidak adanya dai yang melakukan pembinaan. “ Kalau pelaksanaan shalat Jum’at bisa dikatakan tidak pernah. Tapi kalau kegiatan tahlilan sering, “ kata Minardi tokoh masyarakat Pucukan.

Alhamdulillah, sudah setahun ini dai Hidayatullah Sidoarjo rutin mengirimkan dainya ke sini, termasuk untuk mengisi khutbah Jum’at dan pembinaan-pembinaan. “Terimakasih atas pemberian Qur’an Program Wakaf Sejuta Qur’an terbitan OPTIMa, pengiriman da’i dan dukungan pembinaan anak-anak TPA oleh BMH,” tutur Pak Dwi, selaku takmir Masjid Baitul Muttaqin Dusun Pucukan. “Insya Allah, kami komitmen melakukan pembinaan intensif kalau ada aghniya yang berkenan nyumbang kapal untuk pembinaan ke sana,” tutur  M. Sakhi Zain Anshori, selaku koordinator Dai Hidayatullah Sidoarjo. (Tom/YWM)

Keterangan gambar: Ustadz Ahmad Sugeng (mewakili YWM dan BMH) menyerahkan Al-Qur’an Wakaf kepada Pak Dwi selaku takmir masjid Baitul Muttaqin, Dusun Pucukan, Sidoarjo.

author
No Response

Leave a reply "Wakaf Qur’an untuk Dusun Terpencil"