YAWASH Ikut Membantu Pemerintah Penyediaaan al-Quran untuk Masyarakat

Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, kebutuhan al-Quran di Indonesia sangat besar. Dari informasi Kemenag, setidaknya dibutuhkan tidak kurang dua juta kitab setiap tahunnya. Sayangnya tingkat kebutuhan ini masih belum terpenuhi. Pemenuhan yang bisa disediakan pemerintah baru 60 ribu per tahun.

Kebutuhan sebanyak dua juta itu, juga disebabkan tingkat kerusakan al-Quran sangat besar. Sebagai asumsi pada satu buku, jika sering dibaca maka mengalami potensi kerusakan dan robek. Hal ini terlebih lagi bagi al-Quran yang paling sering dibaca secara berulang-ulang, dibanding buku-buku umum.

Maka Prof Nasaruddin Umar saat menjabat sebagai Wakil Menteri Agama menyebutkan, kebutuhan al-Quran sejumlah itu diperlukan di samping untuk memenuhi kebutuhan besar umat Muslim, sekaligus sebagai upaya penggantian al-Quran yang mengalami kerusakan.

Sayangnya karena pemenuhan yang dilakukan pemerintah masih minim, masih banyak masyarakat belum terpenuhi kebutuhannya atas al-Quran. Di sisi lain karena faktor daya beli rendah dan kondisi wilayah yang jauh dari pusat kota, membuat pemenuhan atas al-Quran juga semakin sulit. Lebih jauh lagi, al-Quran yang semestinya sudah harus mengalami penggantian akibat mengalami kerusakan, masih tetap saja dalam kondisi sedia kala.

Hal sebagaimana terjadi di Halmahera Timur dan Ngada-Flores. Sejumlah masjid dan Taman Pendidikan Al-Qur’an di desa-desa Kab. Halmahera Timur pernah dalam kondisi kekurangan sarana al-Quran, atau al-Quran yang tersedia sudah tidak layak. Sedang di beberapa desa Kecamatan Riung, Kab. Ngada-Flores sejumlah TPQ dan masjid mengalami kekurangan al-Quran dan buku Iqro’. Untung kemudian TPQ dan masjid di Halmahera Timur dan Ngada mendapat bantuan al-Quran dari Yayasan Wakaf Al Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) beberapa waktu lalu guna membantu kelancaran pengajaran al-Quran di tempat itu.

Hal yang sama YAWASH juga telah membantu al-Quran untuk Rumah Tahfidz Serambi Minang di Padang. Kepada lembaga ini, YAWASH mengirim 100 al-Quran.

Rumah Tahfidz yang berada di Jl. Muhammad Hatta, Simpang Koto Tingga, Padang, ini sedang mendidik 120 santri untuk belajar dan menghafal al-Quran. Untuk kebutuhan sarana belajar, para santri mesti membawa al-Quran sendiri. “Alhamdulillah sekarang di pondok sudah memiliki al-Quran setelah mendapat bantuan al-Quran dari Yayasan Wakaf Al Qur’an Suara Hidayatullah,” kata Ust. Fajri Gufran, pimpinan Rumah Tahfidz Serambi Minang.

Ia menjelaskan, para santri belajar al-Quran mulai hari Senin sampai Sabtu, namun mereka tidak mondok. Di antara para santri terdapat 70 mahasiswi yang tertarik belajar al-Quran dan menghafalnya. Yang menarik umumnya mereka tidak berlatar belakang pendidikan agama.

“Sebagian besar mereka mahasiswi Universitas Andalas yang memang berkeinginan belajar al-Quran dan menghafalnya, kebetulan lembaga kami berada di dekat kampus perguruan tinggi,” jelas Fajri.

Di samping itu Rumah Tahfidz Serambi Minang juga mendidik anak-anak putus sekolah. Kepada mereka diberi pengajaran al-Quran dan pelatihan keterampilan teknologi informasi berupa pembuatan desain web.

Dalam waktu dekat, pengajaran al-Quran ditujukan kepada anak-anak jalanan dalam progam “Hafidz on the Road”. Rumah Tahfidz Serambi Minang akan mendatangi tempat-tempat keramaian, kemudian mengajarkan al-Quran, serta memberi hadiah kepada mereka yang hafal sejumlah surat al-Quran. “Inspirasinya dari satu restoran yang memberi makan gratis bagi mereka yang hafal sejumlah surat al-Quran,” sebut Ust. Fajri.

Semoga selalu terjalin sinergi yang baik antara YAWASH dan lembaga-lembaga pendidikan al-Quran guna meminimalkan kemungkinan adanya hambatan pengajaran al-Quran pada saat terdapat kesenjangan antara kebutuhan masyarakat terhadap al-Quran dan kemampuan yang dapat disediakan pemerintah. Aamiin…(*)

author
No Response

Leave a reply "YAWASH Ikut Membantu Pemerintah Penyediaaan al-Quran untuk Masyarakat"