Skip to content

Wakaf Al-Qur’an di Kota Seribu Masjid, Lombok

Lantunan qalam Ilahi itu terdengar merdu. Suara tersebut dari lisan para santri penghafal al-Qur’an di Pondok Pesantren Hidayatullah Mataram, yang beralamat di Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Lombok Barat, Prov. Nusa Tenggara Barat.

Mereka berkumpul menyambut tim wakaf al-Qur’an dengan raut wajah bahagia, sederhana tetapi tulus.

Kali ini, Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) bersinergi dengan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dalam kegiatan penyaluran wakaf al-Qur’an di “Kota Seribu Masjid”, Lombok.

Baharudin, salah satu santri penerima mushaf menyampaikan ungkapan terima kasih. “Alhamdulillah, terima kasih al-Qur’annya, dengan al-Qur’an baru ini, kami semakin bersemangat dalam menghafal,” katanya sambil tersenyum.

Hal senada juga disampaikan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Mataram, Ustadz Abidin, seraya mendoakan. “Jazakallah khairan katsiran, semoga al-Qur’an yang diwakafkan dapat menjadi sumber ilmu, petunjuk dan rahmat bagi yang membaca, mengkaji dan mengamalkannya,” ungkapnya.

Kebahagiaan juga dirasakan oleh puluhan santri di Pesantren Anwarul Muhajirin, di Desa Rempak, Kecamatan Gangga, Kabupaten, Lombok Utara.

Pimpinan Pesantren Anwarul Muhajirin, TGH Sirojul Munir, mengungkapkan, “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur  dengan bantuan al-Qur’an  ini, pondok kami memang sangat membutuhkan  al-Qur’an karena salah satu program khusus kami adalah tahfidzul Qur’an,” jelasnya.

Beberapa pesantren di Lombok yang mendapatkan manfaat dari program “Tebar Sejuta Qur’an” ini, seperti Pesantren Nurul Hidayah, di Desa Lendang Andus, Kecamatan Lembar, dan Pesantren Nurul Qur’an Al-Mahsun, di Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi.

Selain itu, juga TPQ Bumi Al-Qur’an, di Dusun Lembah Berora, dan Pesantren Nurul Hakim, di Kecamatan Kediri.

Menurut M Azmi, sekretaris YAWASH, program “Tebar Sejuta Qur’an” ini tak berhenti di satu titik. “Masih banyak yang membutuhkan, kami akan terus lakukan hingga ke pelosok-pelosok Nusantara karena ini bagian dari syiar.”

*Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org