Perlengkapan shalat itu mengalirkan energi baru, meningkatkan rasa percaya diri mualaf untuk bersujud, juga menjadi investasi iman jangka panjang
Pada akhir Juli lalu, Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah shalat kepada belasan mualaf di Sekolah Mualaf Indonesia (SMI) di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangkaian wisuda perdana santri SMI Semarang.
Sekretaris YAWASH, M Azmi, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian umat dalam merangkul mualaf. Kehadiran sarung dan mukena baru diharapkan dapat mendongkrak aspek iman para penerima manfaat.

“Wakaf sarung dan mukena ini bertujuan untuk memotivasi para mualaf agar lebih bersemangat dalam mendirikan shalat dan meningkatkan kekhusyukan,” ujar Azmi.
Senada dengan hal tersebut, pembina SMI sekaligus pendiri Yayasan Tionghoa Muslim Inspiration (TMI), Koh Muhammad Aziz Loe, menilai kolaborasi ini sebagai investasi jangka panjang demi memperkuat fondasi iman para mualaf.
“Saya mewakili Sekolah Mualaf Indonesia Semarang mengucapkan banyak terima kasih kepada Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah yang telah mewakafkan peralatan shalat kepada kami. Barakallahu fikum. Insya Allah kita selalu dalam ridha dan berkah Allah,” ungkap Koh Aziz Loe.
Kegiatan ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh para santri dan pengurus lembaga. “Alhamdulillah, mukena dan sarung ini bermanfaat bagi kami. Terima kasih kepada para muhsinin dan pewakaf, semoga menjadi pahala jariyah,” ucap pengurus SMI Semarang, Silvy.
Rasa haru dan bahagia juga diungkapkan oleh Susan, salah satu mualaf yang menerima bantuan. “Terima kasih pemberian mukena untuk kami. Insya Allah bermanfaat,” ujar Susan penuh rasa syukur. Niesky H Permana/sejutaquran.org




