Al-Qur’an Bentengi Anak Benteng

No comment 452 views

Matahari bergerak menuju peraduannya. Perlahan dan pasti. Namun, tiba-tiba awan hitam tipis itu datang lalu menurunkan hujan. Tetapi tak lama. Meski demikian, menyisakan genangan air dan membasahi rerumputan.  Kemudian warna langit terang kembali bersinar keemasan.

Seiring dengan itu, suara teriakan anak-anak dan tawa berhamburan dari sebuah majelis taklim. Itu pertanda mereka selesai mengaji.

Sore itu, 15 orang mahasiswa STIE Syariah Indonesia Purwakarta datang menghampiri santri Majelis Diniyah Awaliyah Munawarul Huda. Mereka yang sedang melakukan program kuliah kerja nyata (KKN) itu disambut dengan riang gembira.

“Ada Kakak.. ada Kakak…KKN,” teriak salah satu santri dengan wajah imut dan lucu.

Kamis, 27 Februari 2020 lalu, para mahasiswa itu menyerahkan al-Qur’an ke majelis-majelis ilmu di Desa Benteng, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Al-Qur’an tersebut dari Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah.

Para santri tampak bahagia. Mereka terus mengumbar senyuman. “Alhamdulillah, jazakumullah khairan katsira, kami jadi bertambah semangat belajar ngajinya, insya Allah bermanfaat bagi kami,” ujar seorang santri sambil tersenyum.

Isma Rudi, ketua kelompok 5 KKN STIE Syariah Indonesia Purwakarta menuturkan, bahwa program tebar al-Qur’an ini merupakan salah satu program KKN. Tujuannya, untuk mensyiarkan dan menegakan nilai-nilai Islam.

“Semoga wakaf al-Qur’an ini dapat memberikan semangat bagi penerimanya untuk dawam (kebiasaan) dalam membacanya, memahaminya, dan membumikan al-Qur’an di Desa Benteng,” ujar mahasiswa berperawakan tinggi ini.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa membagikan al-Qur’an kepada para santri di Pesantren Al-Muchtar, Majelis Diniyah Awaliyah Munawarul Huda, dan santri Awalul Huda.

“Terima kasih banyak kepada para donatur dan Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatulllah yang telah bekerjasama, semoga menjadi amal jariyah serta wasilah menuju surga-Nya. Aamiin,” ujar Isma Rudi.

Ustadz Muhatrom, tokoh masyarakat setempat turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan KKN tersebut.

“Alhamdulillah, hatur nuhun pisan (terima kasih sekali) di antara kegiatan mahasiswa yaitu ada pembagian al-Qur’an, saya dan jamaah pengajian merasa terbantu. Terima kasih kepada para pewakaf, Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah, dan juga para mahasiswa STIE Syariah Indonesia Purwakarta. Insya Allah, kebaikannya dibalas oleh Allah Ta’ala,” ungkapnya.

Semangat Belajar Al-Qur’an

Desa Benteng merupakan desa yang nyaman untuk disinggahi. Ada bentangan sawah yang terhampar di sebelah timur. Semilir anginnya sepoi-sepoi. Selain itu, masyarakatnya ramah terhadap pendatang. Penduduknya ada yang bertani, kerja di pabrik benih, di pabrik tekstil, dan lain sebagainya.

Suasana desa seperti ini memberikan semangat untuk anak-anak dalam belajar. Mereka sekolah dari pagi hingga siang. Kemudian dilanjut ngaji di majelis-majelis al-Qur’an hingga ashar. Bahkan, ada juga yang melanjutkan ngajinya hingga isya’.

“Saya senang dan terharu melihat anak-anak tanpa lelah terus hadir ke majelis ilmu,” ucap Adis Mulyana, Ketua Bidang Sosial Hubungan Masyarakat kelompok 5 KKN STIE Syariah Indonesia Purwakarta.

“Semoga anak-anak ini menjadi generasi penerus yang membanggakan bagi agama, nusa, dan bangsa. Dan tetap istiqamah dalam belajar al-Qur’an dan agamanya, sehingga hal ini menjadikan banteng keimanannya,” Adis menegaskan.

 
Di pelosok negeri ini masih banyak saurada kita yang belum bisa membaca al-Qur’an, memahami kandungan al-Qur’an. Bahkan, masih banyak yang tidak memiliki al-Qur’an.

Yuk, bantu mereka dengan berwakaf al-Qur’an.* Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org

 

Berbagi Untuk Yang Lain:
No Response

Leave a reply "Al-Qur’an Bentengi Anak Benteng"