Di sebuah sudut Dusun Sendong, Lombok Tengah, lantunan ayat suci al-Qur’an menggema setiap sore. Di tempat sederhana ini puluhan anak belajar membaca, dan menghafal firman Allah.
Pada Selasa, 7 Juli 2026, senyum penuh syukur menghiasi wajah Abdurrahman Taufik Wal Hidayah dan Miftahul Jannah. Kebahagiaan juga terpancar dari puluhan santri Rumah Qur’an (RQ) Al-Huda yang menerima mushaf al-Qur’an.
Kedua santri tersebut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. “Alhamdulillah, terima kasih atas al-Qur’annya. Dengan al-Qur’an baru ini, kami semakin bersemangat belajar dan menghafal al-Qur’an,” ungkap mereka dengan penuh kebahagiaan.
Sementara itu, Ketua Rumah Qur’an Al-Huda Pesantren Hidayatullah Lombok, Ustadz Ahmad Sunanul Huda, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan mushaf al-Qur’an yang diterima.
“Alhamdulillah, jazakumullahu khairan katsiran atas wakaf al-Qur’an dari Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah. Semoga setiap mushaf yang dibaca menjadi rahmat bagi yang membacanya, menghafalnya, memahami kandungannya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pria kelahiran Lombok tahun 1997 itu juga menyampaikan doa. “Terima kasih kepada seluruh pewakaf. Semoga Allah menerima setiap amal ibadahnya, memudahkan segala urusannya, serta melimpahkan keberkahan dalam kehidupan,” tuturnya.
Ustadz Ahmad Sunanul Huda merupakan peraih Juara 1 Cabang Muratal Kategori Netra Putra pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Lomba Dakwah Disabilitas Tingkat Nasional 2026. Prestasi itu menjadi penyemangat sekaligus menginspirasi para santri untuk terus mencintai, mempelajari, dan mengamalkan al-Qur’an.
Rumah Qur’an ini berdiri pada Maret 2026 di Dusun Sendong, Desa Beraim, Kec. Praya Tengah, Kab. Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Meski usianya terbilang muda, tetapi telah menjadi tempat tumbuhnya semangat belajar al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungan sekitar.
Saat ini, sebanyak 50 santri menimba ilmu di Rumah Qur’an Al-Huda. Kegiatan belajar berlangsung setiap hari selepas shalat Ashar hingga menjelang Maghrib. Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org




