Al-Quran untuk Mualaf Lereng Merbabu

No comment 455 views

Hari itu, udara terasa dingin. Musim hujan masih berlanjut. Meskipun demikian, tidak mengurangi semangat jamaah ibu-ibu yang ada di Masjid Al-Islam untuk mengaji.

Masjid ini terletak di Dusun Gejayan, Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dusun ini berada di lereng Gunung Merbabu.
Lokasi ini bisa ditempuh dengan waktu sekitar 45 menit menggunakan sepeda motor dari Kota Magelang.

Penduduk di Desa Gantang kebanyakan bekerja sebagai petani sayuran, seperti tomat, kol, cabe, buncis, kacang, dan sawi.

Makin sore, masjid itu makin ramai. Jamaah yang mayoritas lanjut usia itu pun sudah berkumpul. Mereka mengaji setiap malam Ahad bada Maghrib.

Penyerahan Al-Quran Wakaf.

Pada kesempatan itu, telah diserahkan al-Quran secara simbolis dari Yayasan Wakaf al-Qur`an Suara Hidayatullah (YAWASH).

Penyerahan dilakukan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIL) Surabaya yang sedang melakukan tugas Safari Dakwah Quran di daerah tersebut.
Al-Quran wakaf diterima oleh Ustadzah Dosmauli Simbolon, Ketua Ukhuwah Mualaf Indonesia (UMI), dan suaminya Sujadman, yang biasa dipanggil Pak Jad.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada donatur, Yayasan Wakaf Quran Suara Hidayatullah, dan para mahasiswa STAIL Surabaya yang sudah membantu dan berkontribusi dalam memperjuangkan penyebaran kalimat Allah di lereng Merapi dan Merbabu ini,” ujar Ustadzah Uli, panggilan akrab Dosmauli Simbolon.

“Jujur kami sangat terbantu dengan kehadiran kalian,” kata mantan penginjil ini.

Ketua Safari Dakwah Quran STAIL Surabaya, Nurhadi, mengatakan, kerjasama dengan Ukhuwah Mualaf Indonesia (UMI) dipilih karena banyak para orang tua baik ibu-ibu maupun bapak-bapak lanjut usia yang rutin melaksanakan pengajian. UMI memiliki 900 lebih jamaah binaan yang berada di lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

“Terima kasih kepada Yayasan Wakaf al-Qur`an Suara Hidayatullah yang telah bersinergi dengan kami. Semoga bermanfaat dan silaturahmi ini bisa terus berlanjut,” ungkap Nurhadi.

Menurut Uli, UMI sekarang sudah memiliki 11 titik pengajaran, itu dilakukan hampir setiap hari. Ia selalu didampingi suaminya dan beberapa anggota UMI.

Setiap hari jarak yang ditempuh tidak menentu. Lokasi paling jauh dan paling tinggi berada di Masjid Al-Burhan, di Dusun Cuntel, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Desa ini berada di ketinggian sekitar 1500 meter di atas permukaan laut.
Suhu dingin tidak menjadi penghalang. Tak jarang jalan untuk menuju lokasi sering dilanda kabut, membuat jarak pandang kendaraan terbatas. Padahal, di kiri kanan jalan banyak jurang menganga.

Uli dan kawan-kawan mengajar setelah Ashar dan Magrib. Jadi, kadang mereka berangkat sebelum Zhuhur dan pulang hingga larut malam. Bahkan, pernah pulang jam 1 dinihari karena mobil yang mereka tumpangi rusak. Ini terjadi tepat di tanjakan di tengah hutan lereng Merbabu.

 

 

 

 

 

 

“Jaraknya jauh-jauh, ada ratusan jamaah binaan. Kesulitan kami adalah dana operasional untuk mendatangi tempat-tempat mereka. Jika ada kaum Muslimin yang bersedia membantu, maka kami sangat terbantu,” ujar wanita kelahiran Samosir tahun 1981 ini.

Di beberapa mushala, masjid, dan majelis taklim sangat kekurangan fasilitas. Tetapi keterbatasan itu tidak mengurangi semangat mereka dalam belajar dan menimba ilmu agama. Dan mereka semakin bersemangat ketika mendapat wakaf al-Qur`an dari Anda.*Dadang Kusmayadi

Berbagi Untuk Yang Lain:
No Response

Leave a reply "Al-Quran untuk Mualaf Lereng Merbabu"