Home Berita Al-Qur’an untuk Sahabat Hijrah

Al-Qur’an untuk Sahabat Hijrah

by admin

Kita hanya berencana, Namun Allah Maha Berkehendak.

Tiba-tiba dunia seakan berhenti. Allah Ta’ala kirim virus Corona (Covid-19). Ribuan orang meninggal dunia. Ribuan perusahaan tidak berproduksi. Jutaan orang kehilangan pekerjaan. Dan sejumlah dampak lainnya.

Semoga dengan musibah ini, kita dapat mengambil hikmah. Pasti Allah Ta’ala punya rencana baik untuk kita.

Sebagaimana Sahabat Hijrah, Allah punya rencana baik untuk mereka. Allah menggerakan hatinya untuk berhijrah, dari yang buruk menjadi baik.

Sebelum wabah Covid-19 merebak, Februari lalu, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Garut dan Islamic Medical Service (IMS) menggelar acara hapus tato, baksos, wakaf al-Qur’an untuk komunitas Sahabat Hijrah di Kabupaten Garut.

Acara tersebut bertempat di Klinik 11 Duabelas Kp. Padesaan RT.01 Rw.04 Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Acara itu dihadiri oleh Camat Karangpawitan, Rena Sudrajat, yang mewakili  Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman. Selain itu, juga hadir Danramil Karangpawitan, lurah, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Rena, mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sejalan dan merupakan realisasi dari visi misi kota Garut, yaitu kota yang beriman dan bertakwa,” ujar Rena.

Ketua Yayasan Asyahadataini Hidayatullah Garut, Ustadz Yayan Daryanto, menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Alhamdulillah, sambutan dari masyarakat khususnya komuntas Sahabat Hijrah sangat antusias. Semoga kegiatan ini mendapat ridha dan berkah Allah,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Jawa Barat, Dadang Abu Hamzah, menyampaikan bahwa, “Dalam al-Qur’an dikatakan bahwa sesungguhnya orang yang beriman, orang yang berhijrah, berjuang di jalan  Allah merekalah orang yang mengharap  kasih sayang Allah dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” ungkapnya.

Pada kesempatan lain, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan. “Saya bangga Hidayatullah mengadakan kegiatan tersebut, karena ini sangat membantu pemerintah dalam pembinaan masyarakat,” ujar Helmi.

“Insya Allah, saya mendukung dan membantu program Hidayatullah untuk membangun pesantren penghapal al-Qur’an,” katanya.

Mendapat Hidayah

Menurut Encep Suryana, seorang dokter, yang juga pemilik Klinik 11 Duabelas, pendekatan dakwah kepada mereka yang belum berhijrah dan sudah berhijrah tentu berbeda.

“Kadang saya ikut “nongkrong” dengan komunitas mereka (punk). Ngobrol dari hati ke hati. Setelah mereka bersimpati, maka saya masukan ajakan sedikit demi sedikit. Tidak bisa instan, harus sabar dan istiqamah,” ungkap Encep, yang kini aktif berdakwah bersama jamaah tabligh ini.

“Alhamdulillah, masya Allah, dengan izin Allah, sekarang Sahabat Hijrah yang aktif pengajian jumlahnya puluhan orang,” katanya.

Seorang pria berinisial M (68 tahun), merasa senang dengan kegiatan ini. Menurutnya, ia mengenal tato ketika frustasi setelah kecelakaan yang mengharuskan kakinya diamputasi. Tapi ia kemudian bertaubat dan menjadi muadzin. Namun, ia mendapat cibiran orang.

“Itu membuat saya kembali ke jalan yang kelam. Akhirnya saya bertemu dengan komunitas jamaah tabligh yang mengantarkan saya untuk hijrah dengan sepenuh hati dan hingga akhirnya saya memutuskan untuk membersihkan semua tato yang ada di tubuh saya,” beber kakek paruh baya ini.

Lain lagi dengan pria berinisial R (37 tahun) dari Tasikmalaya. “Saya malu dan ragu ibadah shalat saya tidak diterima, apalagi saat ini saya aktif di mushala,” katanya.

“Terima kasih al-Qur’annya, insya Allah sangat bermanfaat. Semoga Allah membalas kebaikan pengurus wakaf al-Qur’an dan para pewakaf dengan pahala yang terus mengalir,” ujarnya dengan senang hati.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah, IMS, DPD Hidayatullah Garut, DPW Hidayatullah Jabar, Baitul Maal Hidayatullah, dan Klinik 11 Duabelas.

Yuk, bantu mereka dengan berwakaf al-Qur’an.* Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org

Berbagi Untuk Yang Lain:

Related Articles

Leave a Comment

× Ada Yang Bisa Kami Bantu?