Home Berita Al-Qur’an untuk Santri di Kapetakan, Cirebon

Al-Qur’an untuk Santri di Kapetakan, Cirebon

by admin

Jumat sore, 18 September 2020 lalu, tim relawan Program Wakaf Sejuta Qur’an dari Yayasan Wakaf Al-Quran Suara Hidayatullah (YAWASH) mendatangi Masjid Al-Mujahidin. Tepatnya di RT. 17, RW 05, Desa Grogol, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon.

Kami tim relawan, di antaranya santri Hufadz Preneur Yayasan Manarussalam Cirebon (Azzam, Haykal, Fajar) berangkat dengan menyewa mobil pick-up. Kami membawa al-Qur’an dan buku Iqra’. Meski jumlahnya tidak banyak, namun kami tetap bersemangat untuk berbagi.

Ternyata, kehadiran kami agak terlambat. Pasalnya, perjalanan menuju tempat lokasi cukup padat. Sehingga, kami tidak bisa bertemu anak-anak dan jamaah Masjid Al-Mujahidin. Mereka sudah kembali ke rumah. Apalagi saat kondisi wabah Covid-19 ini, jumlah siswa dan waktunya dibatasi.

Meskipun demikian, alhamdulillah, kami bertemu dengan beberapa pengurus DKM Al-Mujahidin.

Menurut pengurus Masjid Al-Mujahidin, Ustadz Khoiru, bahwa jamaah di sini, baik itu anak-anak maupun remajanya bersemangat dalam belajar agama, khususnya belajar al-Qur’an.

Jumlah santri yang belajar di sini sekitar 100 orang, baik itu anak-anak maupun dewasa. Mereka belajar dalam beberapa sesi yang berbeda. Anak-anak banyak belajar membaca al-Qur’an dan buku Iqra’. Sedangkan yang dewasa belajar mengaji al-Qur’an beserta terjemahannya.

Menurut Ustadz Khoiru, ada saja hambatan selama mengajar ngaji. Misalnya, kurang dukungan para orangtua untuk mendorong para putra-putrinya mengaji. Padahal ini bekal yang sangat penting bagi mereka kelak.

“Kami prihatin dan agak repot, anak-anak itu semangat sekali saat belajar di sini. Awalnya, nggak sedikit orangtuanya yang kurang bahkan tidak mendukung anak-anaknya belajar,” katanya.

“Ya, kalau sekarang ini para orangtua mulai sadar. Mungkin mereka melihat dari perubahan anak-anaknya setelah belajar di sini, alhamdulillah,” imbuh Ustadz Khoiru.

Meskipun fasilitas belajar di Masjid Al-Mujahidin masih kurang, baik ruang belajar, al-Qur’an, buku Iqra’, dan buku bacaan Islam, tetapi anak-anak tetap semangat belajar dan kegiatan terus berjalan setiap harinya.

Tim relawan Program Sejuta Qur’an baru bisa menyalurkan sebanyak 33 al-Qur’an dan 20 buku Iqra’. Padahal kebutuhan mereka masih banyak.

“Al-Qur’an yang kami berikan amanah dari pewakaf jumlahnya tidak banyak, namun ini bukti kepedulian kami kepada santri TPA, TPQ, Rumah Quran, jamaah masjid dan mushala di berbagai tempat,” ujar Azzam, santri Hufadz Preneur yang juga relawan YAWASH.

Jazakumullah khairan katsiran kepada muhsinin pewakaf al-Qur’an atas kebaikannya memberi al-Qur’an dan buku Iqra’ kepada kami. Juga berterima kasih kepada Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah yang bersemangat menyalurkan amanah wakaf al-Qur’an. Ini semua sangat penting dalam memajukan dakwah Islam hingga pelosok Indonesia,” pungkas Ustadz Khoiru.*M Irfan/sejutaquran.org

Berbagi Untuk Yang Lain:

Related Articles

Leave a Comment

× Ada Yang Bisa Kami Bantu?