Al-Qur’an untuk Warga Binaan Lapas Bogor

No comment 252 views

Pagi menjelang siang. Graha Rahardjo Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bogor itu penuh oleh ratusan warga binaan. Mereka khusyuk mendengarkan ceramah dari seorang ustadz. Ceramahnya membahas tentang hamba Allah yang berhak masuk surga.

“Alhamdulillah di sini banyak kegiatan keagamaan, baik itu kajian ibadah, sejarah Islam, fiqih, akhlak, shalat Tarawih, Nuzulul Qur’an, sehingga warga binaan bisa memperbaiki tata cara ibadah dan akhlak yang baik. Dengan demikian setelah bebas warga binaan tidak akan mengulangi perbuatan yang melanggar hukum baik hukum agama maupun hukum negara,” papar Jamaluddin, yang divonis 3 tahun penjara.

 

Wakaf al-Qur’an

Pada kesempatan itu, Rabu, 26 Juni lalu, Yayasan Wakaf Qur’an Suara Hidayatullah bekerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah mendistribusikan kitab suci al-Qur’an untuk digunakan oleh warga binaan yang berada di Lapas tersebut.

Secara simbolis al-Qur’an diterima langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Paledang, Kota Bogor, Teguh Wibowo yang didampingi oleh Direktur LBH Hidayatullah DR Dudung A. Abdullah.

Teguh menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

“Saya menyampaikan rasa terima kasih kepada Yayasan Wakaf Qur’an Suara Hidayatullah atas kegiatan wakaf Qur’an ini. Sangat bermanfaat  Semoga kerjasama ini bisa berlanjut,” ujar Teguh.

Sekretaris Yayasan Wakaf Qur’an Suara Hidayatullah, M Azmi, mengatakan, pendistribusian al-Qur’an dilakukan dalam rangka turut serta mensukseskan kegiatan Pesantren Qur’an di Lapas Bogor yang diikuti oleh warga binaan yang ingin mendalami al-Qur’an.

“Kami dari Yayasan Wakaf Qur’an Suara Hidayatullah mewakili para muwakif ingin berkontribusi untuk mensukseskan kegiatan Pesantren Qur’an di sini,” ujar Azmi.

Sementara itu, Direktur LBH Hidayatullah DR Dudung A. Abdullah mengatakan, “LBH Hidayatullah siap memberikan layanan bantuan hukum kepada masyarakat, termasuk warga binaan di Lapas Bogor ini.”

Menurut Oman Fadilah, kordinator kerohanian Lapas Bogor, tujuan diadakannya Pesantren Qur’an ini adalah agar warga binaan yang beragama Islam bisa membaca al-Qur’an. Karena al-Qur’an akan menuntun pada pemahaman, yakni sebagai panduan hidup untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

“Alhamdulillaah,  ada yang baru bisa membaca Iqra’, ada yang sudah bisa membaca al-Qur’an tapi masih terbata-bata, bahkan banyak yang sudah khatam,” kata Oman.

“Tantangannya harus sabar, tidak boleh dengan paksaan,” katanya.

Menurutnya, warga binaan yang sudah “berhijrah”, mereka rajin membaca al-Qur’an. Tentu setelah keluar dari Lapas sangat membutuhkan al-Qur’an.

Azmi mengajak kepada masyarakat untuk berwakaf al-Qur’an.

“Mari berwakaf al-Qur’an. Masih banyak masyarakat di berbagai daerah terpencil dan terdalam di negeri ini, termasuk juga warga binaan di Lapas yang membutuhkan al-Qur’an,” ujar Azmi.* Dadang Kusmayadi/Suara Hidayatullah

Berbagi Untuk Yang Lain:
No Response

Leave a reply "Al-Qur’an untuk Warga Binaan Lapas Bogor"