Home Berita Berbagi Al-Qur`an di Pesantren Anak Jalanan

Berbagi Al-Qur`an di Pesantren Anak Jalanan

by admin

“Saya selaku pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum berterima kasih kepada Yayasan Wakaf Al-Qur`an Suara Hidayatullah yang sudah berusaha membumikan al-Qur`an dengan cara mewakafkannya.” Demikian dikatakan KH Ahmad Maksun saat menerima wakaf al-Qur`an Juli lalu.

Kiai Ahmad terlihat gembira ketika tim Yayasan Wakaf Al-Qur`an Suara Hidayatullah ( YAWASH) berkunjung ke pesantrennya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. “Kalau tidak wakaf al-Qur`an ini tentu Anda sekalian tidak datang ke pondok saya untuk silaturahim. Saya senang sekali,” katanya.

Mambaul Ulum bukan pesantren biasa. Santrinya terdiri anak-anak jalanan (anjal). Tidak hanya dari Bojonegoro, tapi juga dari kota lain, misalnya Surabaya. Sebagian dari mereka kiriman dari aparat yang merazia anjal di lampu-lampu merah. Sebagian lagi kiriman para orangtua anak-anak tersebut. Ada sekitar 100 santri. Semuanya gratis.

“Mereka selama ini dianggap sampah masyarakat. Saya ikhlas menjadi wadah sampah bagi mereka. Alhamdulillah, setelah mondok di sini mereka menjadi lebih baik,” ungkap Kiai Maksun.

Anjal biasanya akrab dengan rokok, minuman keras dan narkoba. Ini diakui Kiai Maksun yang sudah 7 tahun membina anjal. Al Qur`an, kata Kiai Maksun, menjadi obat mujarab bagi anak-anak jalanan di pondoknya. “Dengan membaca al-Qur`an, alhamdulillah mereka bisa sembuh,” ujarnya.


Masih banyak pesantren, mushala, masjid, TPQ/A, Lapas, dan majelis taklim yang membutuhkan al-Qur’an.Jangan lewatkan ladang amal ini. Yuk, bantu mereka dengan berwakaf al Qur’an.* Bambang S/sejutaquran.org

Berbagi Untuk Yang Lain:

Related Articles

Leave a Comment

× Ada Yang Bisa Kami Bantu?