Skip to content

Berbagi Al-Qur’an untuk Anak-anak Kolong Jembatan

Sore itu, puluhan anak-anak tampak semangat mendatangi Rumah Belajar Merah Putih untuk mengaji. Suara khas anak-anak tersebut pun terdengar memenuhi ruang kelas berukuran 3 x 7 meter.  

Pada kesempatan itu, 10 Januari lalu, Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) membagikan al-Qur’an wakaf, buku Iqro’, buku serta alat tulis kepada santri TPQ Rumah Belajar Merah Putih (RBMP). 

Di sini, ada 31 santri TPQ kecil (PAUD), 28 santri TPQ besar, dan 32 santri TPQ manula.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah atas pemberian al-Qur’an, buku Iqro’, buku, dan alat tulisnya,” ujar pendiri Rumah Belajar Merah Putih, Desi Purwatuning.

Ia pun mendoakan, ”Semoga Allah SWT membalas kebaikan donatur dan Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah kian berkembang dan maju.”

Tak mau ketinggalan, Emi, salah satu santri TPQ manula, pun turut menyampaikan ungkapan senada. ”Terima kasih Pak Ustadz, saya senang belajar mengaji dengan Bunda Desi, saya belum bisa membaca al-Fatihah.”

Seorang santri TPQ manula lainnya, Eti (48 tahun), juga mengungkapkan rasa syukur dengan raut wajah gembira. “Alhamdulillah, saya sudah sampai iqra’ 2.”

Sementara, puluhan santri TPQ kecil-besar menyampaikan ungkapan terima kasih seraya memekikkan takbir dengan penuh semangat. “Terima kasih al-Qur’annya, Allahu Akbar...!

Rumah Belajar Merah Putih ini didirikan oleh Desi Purwatuning bersama almarhum suaminya sejak 17 yang tahun lalu. Lewat RBMP ini, ia ingin mendedikasikan dirinya untuk mendidik anak-anak yatim piatu serta putus sekolah dari kolong jembatan (kojem), sebuah tempat di dekat perkampungan nelayan Cilincing.

RBMP sendiri berlokasi di kampung nelayan Cilincing yang berjarak hanya puluhan meter dari tepi laut. Tepatnya di Jalan Kampung Baru, RT 03, RW 04, Cilincing, Jakarta Utara.

Desi berharap RBMP ini menjadi cahaya yang bisa mengubah kojem menjadi lebih baik. “Untuk bisa berubah dari citra kriminal dan prostitusi harus kerja sama serta melibatkan semua pihak,” tegasnya.

“Kegiatan lainnya yaitu pemberdayaan anak yatim, khataman al-Qur’an, tadarus, dan makan gratis hari Sabtu dan Minggu,”  ujar Sri, guru yang sudah mengabdi selama 3 tahun ini.

Masih banyak saudara kita di pelosok negeri yang membutuhkan al-Qur’an, buku Iqro’, dan sarana ibadah lainnya. Oleh sebab itu, yuk, kita bantu mereka.*Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org