Home Berita Berbagi Bahagia dengan Santri TPQ Al-Kasri Lombok

Berbagi Bahagia dengan Santri TPQ Al-Kasri Lombok

by admin

Pada akhir Oktober 2020 lalu, cuaca begitu cerah. Sudah sepekan belum juga turun hujan. Anak-anak pun tampak berdatangan ke Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Kasri, bersamaan dengan kumandang azan shalat Ashar.

TPQ itu terletak di Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pringgabaya merupakan wilayah strategis. Masyarakatnya bekerja sebagai petani dan nelayan. Sebab kondisi alam yang dimiliki memungkinkan warga setempat bisa bercocok tanam dan menangkap ikan di laut.

Pada kesempatan itu, tim Yayasan Wakaf Al-Qur`an Suara Hidayatullah (YAWASH) menyerahkan al-Qur’an kepada pengurus serta santri TPQ Al-Kasri. “Terima kasih kepada Yayasan Wakaf Al-Qur`an Suara Hidayatullah yang telah memberikan al-Qur’an untuk kami, InsyaAllah sangat bermanfaat,” kata lima puluhan santri yang hadir secara bersamaan.

Kasri, pengurus TPQ Al-Kasri, bahagia menyaksikan santrinya mendapat al-Qur’an. “Alhamdulillah, akhirnya kami mendapatkan wakaf al-Qur’an. Semoga ini menjadi ladang amal bagi para pewakaf dan pengurus mendapat ganjaran pahala yang terus mengalir hingga akhir kelak,” ungkapnya bersyukur.

Kasri bercerita, ia mendapat tanah wakaf dari ayahnya pada tahun 2019. Kemudian dengan dana seadanya ia membangun mushalla. Ia melihat banyak sekali anak di sekitarnya membutuhkan pendidikan agama. Karena itu, ia lantas mendirikan TPQ Al-Kasri.

“Kami membangun TPQ dibantu santri-santri awal. Kami kerja biasanya dari jam 2 sampai 3 sore, setelah usai ngajar di sekolah dasar dari pagi sampai siang,” ujarnya.

Saat merintis berdirinya TPQ banyak sekali tantangan. Awalnya, masyarakat tidak mendukung, bahkan ada yang sinis. Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat pun mendukungnya. Bahkan, kini Kasri banyak menolak santri baru. “Terpaksa kami tolak, mengingat masih kurangnya sarana dan prasarana. Kami berharap ada para muhsinin yang berlapang hati untuk turut ber-fastabiqul khairat membantu kami,” harap Kasri.

Saat ini, santri TPQ Al-Kasri berjumlah 90 orang, sedang gurunya sebanyak 7 orang. Namun yang aktif hanya 4 orang. Karena yang lainnya masih kuliah sehingga kurang fokus mengajar.

“Saya sudah tujuh tahun mengajar ngaji anak-anak. Mereka ada yang dari sekitar TPQ, tetapi ada juga yang cukup jauh,” kata Kasri, yang juga menjadi guru sekolah dasar di Desa Anggaraksa.

Kasri dan para santrinya ternyata juga ingin berbagi kebahagiaan. Maka, sebagian al-Qur’an dari YAWASH itu mereka bagikan ke beberapa TPQ sekitar yang sangat membutuhkan. “Sebagian al-Qur’annya kami bagikan ke TPQ Nurul Hidayah, TPQ Nurul Wathon, dan TPQ Al-Afdhol,” jelas Kasri.

Kata Kasri, ada kejadian unik ketika santrinya membagikan al-Qur’an ke salah satu mushalla. Ternyata ditolak. “Alasannya, khawatir diminta uang pengganti al-Qur’an yang diberikan dan tidak mau difoto untuk dokumentasi.”

Meskipun dalam keterbatasan, mereka tetap bersemangat menuntut ilmu agama. Oleh karena itu, yuk, mari kita bantu mereka dengan berwakaf al-Qur’an.*Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org

Berbagi Untuk Yang Lain:

Related Articles

Leave a Comment

× Ada Yang Bisa Kami Bantu?