Berbagi Kebahagiaan melalui al-Quran

No comment 198 views

Selepas waktu Dzuhur, beberapa anak berdatangan ke Masjid at-Taqwa. Ada yang sendirian, berkelompok, juga bersama orangtuanya. Paras mereka begitu ceria.

Tak lama berselang, suasana semakin ramai. Santri yang biasa mengaji pun sudah berkumpul di masjid yang terletak di Kampung Negla, Desa Jahiang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat ini. Pakaian mereka tampak seragam. Rapi. Anak laki-laki dan perempuan dipisah.

Menurut pengurus masjid, Radip Irawan, berbagai kegiatan sudah dilaksanakan di masjid yang sederhana ini. Selain dipakai shalat berjamaah, pengajian remaja, pengajian ibu-ibu dan bapak-bapak, juga ada madrasah diniyah takmiliyah.

“Kegiatan belajar diniyah takmiliyah mulai jam 13.00, setelah anak-anak pulang sekolah formal sampai adzan Ashar, lanjut pengajian anak-anak menjelang maghrib sampai Isya,” jelasnya.

“Alhamdulillah, saat ini jumlah murid diniyah sebanyak 33 orang, usia TK 4 orang, jadi semua 37 siswa. Kegiatan masih dilaksanakan di masjid karena pembangunan madrasah belum selesai terhambat dana,” ujar pria 38 tahun ini.

Setelah Ashar para siswa berkumpul. Tampak senyuman dari bibir mereka, karena relawan Yayasan Wakaf al-Quran Suara Hidayatullah (YAWASH) menyerahkan al-Quran kepada salah seorang guru ngaji, Evi Novianti.

“Terimakasih kami haturkan kepada Yayasan Wakaf al-Quran Suara Hidayatullah, pewakaf, pengurus, maupun relawan yang telah memberikan al-Quran. Semoga dicatat oleh Allah sebagai amal shalih yang berlipat-lipat,” katanya.

Salah seorang santri, Ahmad Ferdian, juga menyampaikan ungkapan terimakasih. “Saya santri (jamaah) pengajian Masjid at-Taqwa menyampaikan terimakasih atas pemberian al-Qurannya. InsyaAllah sangat bermanfaat. Semoga Allah membalas dengan pahala yang berlimpah.” 

Semangat Belajar Agama

Jam lima pagi, jembatan penghubung antar desa di Kampung Negla mulai ramai dilalui warga. Sejam kemudian, ramai lalu lalang anak-anak yang ingin berangkat ke sekolah.

Bagi anak-anak yang tidak mampu melanjutkan sekolah, mereka akan membantu pekerjaan orangtuanya. Profesinya cukup beragam. Ada pedagang, petani, buruh harian, dan pengrajin anyaman bambu perabotan rumah tangga. Dengan rata-rata penghasilan menengah ke bawah.

Ada juga kebun dan sawah di sana. Tapi tidak semua sawah bisa ditanami padi. Ketika musim kemarau, hanya beberapa sawah yang masih bisa ditanami. Sumur pun kering, sehingga warga harus mengantri jika ingin mandi dan mencuci.

Menurut Radip, meskipun sarana dan prasarana terbatas, tetapi tak menurunkan semangat warga untuk belajar agama. Mereka juga tetap berusaha melaksanakan kewajibannya sebagai hamba Allah.

“Kami berharap ada kaum Muslimin yang mampu membantu menyelesaikan pembangunan sarana dan prasarana masjid sebagai tempat kami beribadah dan belajar menuntut ilmu agama,” harapnya.

Mereka senang mendapatkan al-Quran dari Anda. Yuk, kita bantu saudara kita di pelosok Nusantara yang membutuhkan al-Quran!*Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org

 

Berbagi Untuk Yang Lain:
No Response

Leave a reply "Berbagi Kebahagiaan melalui al-Quran"