Home Berita Dakwah Ustadz Sodikin di Setupatok Cirebon

Dakwah Ustadz Sodikin di Setupatok Cirebon

by admin

Ini sekeping kisah Ustadz Sodikin yang tinggal di Desa Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Sodikin adalah pengajar Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Nurul Huda. Ia sudah 20 tahun mengabdikan dirinya di tengah-tengah masyarakat untuk mengajarkan al-Qur’an dan pendidikan Islam.

Pada Kamis, 3 September lalu, tim Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) berkesempatan mengunjungi Sodikin di tempat ia biasa mengajar ngaji.

Sodikin dengan ramah mempersilakan kami. Kemudian ia membereskan dan mempersiapkannya untuk kegiatan mengaji. 

Sore itu, seperti biasa, ia hadir ke mushalla lebih awal. Ya, rumahnya sangat dekat dengan mushalla, hanya berjarak 15 meter.

Sembari menunggu murid-muridnya datang, ia melantunkan ayat suci al-Qur’an. Setelah itu, ia berkisah kepada kami.

Suatu hari, katanya, seperti biasa ia datang lebih awal dari para muridnya. Selama 5 menit ia menunggu. Tapi, belum ada santrinya yang hadir. Setelah 10 menit, belum ada juga muridnya yang datang.

Alhamdulillah, setelah 15 menit menunggu ternyata ada yang datang. Akan tetapi hanya 3 orang saja. Meskipun demikian Sodikin tetap bersemangat mengajar ngaji anak-anak Desa Setupatok itu.

Saat kami tanya, “Mengapa hanya 3 murid saja yang hadir Pak?”

Ia kemudian menjawab. “Karena hari sebelumnya para murid itu diminta iuran Rp 2.500 untuk membeli penunjang belajar (buku Tajwid, al-Qur’an, buku Iqra’, Safinatunnajah). Ternyata mereka tidak sanggup bayar, makanya tidak mau hadir ngaji selama beberapa waktu,” ungkap Sodikin.

“Padahal sudah saya bilang, ikut saja belajar bareng temen-temennya juga nggak apa-apa. Tapi mereka malah nggak mau hadir,” kata Sodikin dengan nada prihatin.

Kami bertanya lagi, “Berarti DTA-nya sepi ya Pak?”

“Iya, seminggu itu sepi. Minggu depan sudah kembali lagi ramai,” katanya.

Penyerahan Al-Qur’an

Sore itu, tim program Sejuta Qur’an Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah hadir ke DTA Nurul Huda untuk menyalurkan al-Qur’an dan buku Iqra’.

Kehadiran kami ke DTA Nurul Huda disambut dengan senyuman bahagia para murid DTA Nurul Huda. Terlihat di wajah mereka raut kegembiraan karena kedatangan tamu yang belum mereka kenal sebelumnya.

“Alhamdulillah, terima kasih saya ucapkan kepada pewakaf al-Qur’an dan buku Iqra’ dan tim Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah. Semoga Allah memberi keberkahan dan balasan yang lebih baik,” ujar Sodikin.

“Terima kasih wakaf Quraaaaaan Hidayatullah,” teriak anak-anak bersama-sama menyampaikan ucapan terima kasihnya.

Ada pemandangan mengharukan. Saat kami hendak pulang, mereka berlarian dan ada beberapa santri bersepeda mengikuti kami sampai pintu keluar batas desa.

Ya Allah, karuniakan semangat dan istiqamah kepada Ustadz Sodikin dan para santrinya. Semoga mereka menjadi penerus bangsa yang bisa memberikan kebaikan bagi agamanya dan negerinya yang kita cintai ini. Aamiin.

Yu, kita bantu mereka di pelosok Nusantara yang membutuhkan al-Qur’an, buku Iqra’, mukena, sarung, dan sarana ibadah lainnya.*M. Irfan/Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org

Berbagi Untuk Yang Lain:

Related Articles

Leave a Comment

× Ada Yang Bisa Kami Bantu?