Dari Mushalla Sederhana, Berkat Wakaf Al-Qur’an Harapan Baru Itu Menyala

Di sudut-sudut negeri yang jauh dari hiruk pikuk, di mushalla sederhana yang dindingnya mulai kusam oleh usia, ada cahaya yang terus dijaga: cahaya al-Qur’an.

Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) kembali menyalakan cahaya itu. Hingga kini, YAWASH terus menebar kebaikan dengan menghadirkan wakaf al-Qur’an, buku Iqro, serta sarana ibadah lainnya ke berbagai pelosok Indonesia.

Program Tebar Sejuta Qur’an kembali menyapa tempat-tempat yang kerap luput dari perhatian. TPQ, mushalla, pesantren, dan majelis taklim di pelosok Pandeglang (Banten), Garut (Jawa Barat), hingga Malang (Jawa Timur) merasakan hangatnya sentuhan kebaikan ini.

Di TPQ Al-Arif, Kampung Simpang Tiga, Desa Citeluk, Kecamatan Cibitung, tawa kecil para santri hari itu terdengar lebih riang. Al-Qur’an yang selama ini sudah lusuh, sebagian halamannya mengelupas, kini telah berganti dengan mushaf yang baru.

“Terima kasih Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah, al-Qur’an yang rusak kini sudah ada gantinya,” ujar Ustadz Rino, suaranya bergetar menahan haru.

Dua puluh santri di TPQ kecil itu, kini semangat mereka pun seperti kembali disirami.

Di pelosok lain Pandeglang, di Pesantren Nursa’adah, puluhan santri juga merasakan kebahagiaan yang sama. “Alhamdulillah, semoga pahalanya terus mengalir untuk para pewakaf,” ucap Ustadz Sahra dengan tulus.

Majelis taklim yang dipimpin Ustadz Darya pun tak luput dari kebahagiaan. Mushaf baru yang tiba menjadi pelengkap keberkahan di Kampung Simpang Tiga.

Sementara di Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Mushalla Ar-Rahman juga menerima belasan al-Qur’an. “Jazakallah khairan katsiran atas pemberian al-Qur’annya, semoga santri bertambah semangat membacanya,” tutur Ustadz Fadlan.

Penyaluran ke Mushalla Ar-Rahman ini dilakukan bersama Mitra Dai Nusantara (MDN), menyatukan langkah dalam menyebarkan ayat-ayat Allah ke tempat-tempat yang memerlukannya.

Kebahagiaan serupa juga hadir di Garut, di Masjid Al-Ikhlas, Kampung Cangkuang. Di sana, para santri menyambut buku Iqro dan al-Qur’an baru. “Terima kasih buku Iqronya,” ujar Rasyid, Fajar, dan Iqbal dengan mata berbinar.

Raisa, Keysa, dan Amel pun tak mau kalah: “Alhamdulillah, kami dapat al-Qur’an baru!” *Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org