Haru. Santri TPA di Pulau Flores Dapat Al-Qur’an

Ende merupakan salah satu kabupaten di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang termasuk dalam gugusan pulau Sunda Kecil bersama Bali dan NTB. Secara geografis Ende berada di tengah-tengah Pulau Flores.

Di ujung barat dan timur Pulau Flores ada beberapa gugusan pulau kecil. Di sebelah timur ada gugusan Pulau Lembata, Adonara, dan Solor. Sedangkan di sebelah barat ada gugusan Pulau Komodo dan Rinca.

Nah, pada 25 Agustus lalu, Yayasan Wakaf Al-Qur’an melakukan kegiatan “Tebar Al-Qur’an” di Desa Kazokapo, Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende. Khususnya untuk santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Masjid Al-Mujahidin.

Penyerahan al-Qur’an dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muslim Ende Barat (IMMEB) Flores-Makassar.

Desa Kazokapo bisa diakses hanya melalui jalur laut dengan menggunakan perahu penumpang.  Atau yang lebih dikenal dengan sebutan taxi laut. Untuk menuju ke sana, relawan harus melewati laut pantai selatan yang ombaknya sangat ganas. Apalagi pada bulan-bulan ini dikenal dengan cuaca ekstrim musim barat. Ombak bisa mencapai ketinggian 3 sampai 4 meter. Kondisi ini membuat relawan sangat berhati-hati agar al-Qur’an tidak basah akibat percikan air laut.

“Kami berangkat dari Pelabuhan Rakyat Ende kira-kira pukul 09.00 wita. Kami harus melalui perjalanan sekitar 2 jam melewati laut pantai selatan dengan ombak yang besar,” kata salah seorang relawan dari mahasiswa IMMEB.

“Alhamdulillah, akhirnya kami tiba jam 11.00 dengan selamat,” katanya.

Suasana menjadi ramai ketika relawan Tebar Al-Qur’an disambut dengan kehangatan oleh masyarakat Desa Kazokapo. Mereka berbondong-bondong menuju TPA.

Ketua TPA, Abdul Hamid menyebut gembira. Menurutnya, pihaknya kesulitan untuk mendapatkan al-Qur’an untuk belajar santri-santrinya.

“Alhamdulillah, donasi al-Qur’an dari Yayasan Wakaf Qur’an Suara Hidayatullah ini sangat bermanfaat sekali. Kami susah sekali mendapatkan al-Qur’an. Al-Qur’an yang ada saat ini sudah usang dan banyak yang sudah rusak,” kata Abdul Hamid.

“Insya Allah, ini akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir melalui setiap huruf yang dibaca para santri dari al-Qur’an yang didonasikan,” ungkapnya.

Kegembiraan tampak pula dari wajah-wajah para orang tua santri, pengurus TPA, dan wajah polos santri. Kebahagiaan mereka tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

“Terimakasih Yayasan Wakaf Qur’an Suara Hidayatullah, kami sangat senang dapat al-Qur’an baru,” ujar beberapa santri TPA dengan suara lantang.


Di beberapa TPA, mushala, masjid, dan majelis taklim sangat kekurangan fasilitas, terutama persediaan al-Qur`an. Tetapi keterbatasan itu tidak mengurangi semangat mereka dalam menimba ilmu agama. Dan mereka semakin bersemangat ketika mendapat wakaf al-Qur`an dari Anda. Yuk, kita bantu mereka!*
Dadang Kusmayadi
/sejutaquran.org

Berbagi Untuk Yang Lain:
No Response

Leave a reply "Haru. Santri TPA di Pulau Flores Dapat Al-Qur’an"