Lantunan Al-Qur’an di Puncak Bukit Kukusan

No comment 143 views

Matahari tepat di ubun-ubun. Mobil tim wakaf al-Qur’an terus menanjak menaiki sebuah bukit. Berkelok-kelok. Di kanan-kiri jalan tampak bongkahan-bongkahan batu kapur. Rumput dan pepohonan mulai meranggas. Debu pun beterbangan dihembus angin musim kemarau.

Setelah menanjak hampir 1 kilometer tampak sebuah gapura bertuliskan nama sebuah pesantren. Namun, mobil tim wakaf al-Qur’an masih harus melaju beberapa ratus meter untuk sampai di tempat tujuan.

Akhirnya, kami berhenti di samping sebuah bangunan masjid dan asrama santri. Tampak pula saung-saung yang terbuat dari kayu, beratap alang-alang. Di sekitar pondok terdapat hutan jati yang mulai menggugurkan daun-daunnya.

Kami diterima di sebuah rumah sederhana.

“Silakan dicicipi kue dan minumannya,” ajak tuan rumah, Ustadz Damanhuri.

Tak makan waktu lama, es air tebu yang disediakan 1 teko itu sudah tandas.

“Alhamdulillah, nikmat sekali rasanya. Syukran Ustadz,” ujar M Hidayat, pengurus Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah.

Pada Juli lalu, ba’da shalat Zuhur, diserahkan al-Qur’an secara simbolis dari Yayasan Wakaf al-Qur`an Suara Hidayatullah (YAWASH) kepada pengasuh pesantren. Acara tersebut dihadiri sekitar 35 santri.

“Alhamdulillah, kami menyampaikan rasa terima kasih kepada para wakif dan pengurus Yayasan Wakaf Al-Qur`an Suara Hidayatullah yang telah memberikan al-Qur’an. Semoga Allah Ta’ala membalasnya dengan pahala yang berlimpah,” ujar Ustadz Damanhuri, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Panceng, Gresik, Jawa Timur.

Menurut Ustadz Robinsyah, yang juga seorang pengasuh pondok, Pesantren Hidayatullah Panceng ini merupakan kampus 2 dari Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim (STAIL). Sedangkan kampus 1 terletak di Jalan Kejawan Putih Tambak VI No.1 Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya.

Siap mengemban amanah dakwah

Mahasiswa STAIL angkatan baru, pada tahun pertama harus berada di kampus 2 Panceng. Mereka dibina dan diawasi selama 24 jam.  Mereka harus mengikuti serangkaian program. Di antaranya, hapalan al-Qur’an dan Hadits, belajar bahasa Arab dan bahasa Inggris. Selain itu, juga melakukan ibadah sunnah seperti shalat Tahajjud, puasa hari Senin-Kamis dan yang lainnya.

“Tujuan diadakannya program pendidikan ini untuk mempersiapkan generasi muda yang siap mengemban tugas dakwah,” kata Robinsyah.

“Setelah dari sini mereka meneruskan belajar di kampus 1. Dan setelah lulus akan disebar ke seluruh pelosok Nusantara,” imbuhnya lagi.

Pondok Pesantren Hidayatullah Panceng terletak di atas bukit kapur Kukusan, Desa Campurejo, Kecamatan Panceng.

“Lahannya cukup luas. Lingkungan di sini sangat mendukung untuk proses belajar mengajar,” ujar Robinsyah.

Menurutnya, kawasan ini jauh dari perkampungan. Lokasinya di puncak bukit. Tanahnya banyak mengandung batu kapur. Jika musim hujan air sangat melimpah. Rumput dan pepohonan menghijau. Membuat suasana tenang, sejuk dan indah.

Akan tetapi, jika musim kemarau rumput dan pepohonan kering. Panas. Gersang dan susah mendapatkan air.

“Untuk mengambil air di sumur santri harus berjalan sekitar 1 hingga 1,5 kilometer dan menembus hutan jati,” ungkap pria lulusan STAIL tahun 2010 ini.

Menurut salah satu alumni STAIL tahun 2014, Achmad Fazeri, kampus 2 di Panceng sangat kondusif untuk belajar, “Tenang, jauh dari hiruk-pikuk keramaian.”

Namun katanya, “Sangat sulit air. Untuk keperluan MCK harus turun bukit. Kalau habis mandi di bawah (danau), lalu naik ke bukit berkeringat lagi,” kenang Fazeri, yang kini bekerja sebagai wartawan majalah Islam, Suara Hidayatullah.

“Tetapi, itulah yang namanya seleksi alam untuk sebuah pengkaderan. Tak sedikit teman seangkatan saya yang gugur alias keluar dari Panceng,” ungkapnya.

Kata Robinsyah, dulu jalan menuju pesantren hanya setapak, cukup terjal dan licin, terlebih ketika musim hujan.

“Alhamdulillah, sekarang jalannya sudah bagus sehingga untuk memenuhi kebutuhan pondok lebih mudah,” pungkasnya.

Meski dalam keterbatasan, tetapi tidak mengurangi semangat mereka dalam menimba ilmu. Dan mereka semakin bersemangat ketika mendapat wakaf al-Qur’an dari Anda.* Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org

 

Berbagi Untuk Yang Lain:
No Response

Leave a reply "Lantunan Al-Qur’an di Puncak Bukit Kukusan"