Home Berita NAPI RUTAN KELAS IIA KENDARI SEMANGAT BELAJAR AL-QUR’AN

NAPI RUTAN KELAS IIA KENDARI SEMANGAT BELAJAR AL-QUR’AN

by admin

Sinar mentari cukup hangat. Pagi itu, Juli lalu, sekitar jam 8.30 mulai terdengar lantunan ayat suci al-Qur’an dari dalam Masjid At-Taubah di kompleks Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara.  

Ternyata, ada puluhan orang narapidana yang sedang mengaji. Ada yang berkelompok dan ada juga yang sendirian. Sementara, di teras masjid ada beberapa orang yang sedang mengeja huruf hijaiyah.

Menurut Kepala Pelayanan Tahanan (Yantah) Rutan Kelas IIA Kendari, Kasnu, SH, saat ini setiap Senin sampai Jum’at, jam 8.30 hingga 10 pagi para narapidana Muslim bisa belajar mengaji secara rutin.

Kegiatan tersebut digagas karena prihatin masih banyak narapidana yang belum bisa membaca al-Qur’an.

“Program ini semoga bisa menjadi solusi untuk mengentaskan buta baca al-Qur’an di Rutan Kelas IIA Kendari. Kami mengakui masih banyak narapidana yang belum lancar mengaji, bahkan masih banyak di antara mereka yang sama sekali belum pernah belajar baca al-Qur’an,” ujar Kasnu.

Kasnu berharap, napi yang ikut kegiatan ini khususnya yang belum bisa membaca al-Qur’an, nantinya dapat membaca dengan baik dan lancar.

Penyerahan Wakaf Al-Qur’an

Kegiatan pemberantasan buta baca al-Qur’an ini didukung oleh Kepala Rutan Kelas IIA Kendari, Iwan Mutmain, SH. Bahkan, pihak Rutan berusaha memenuhi kebutuhan al-Qur’an untuk para narapidana Muslim. Sebab, selain kekurangan, al-Qur’an yang ada kondisinya sudah rusak.

Oleh karena itu, melalui pengurus perpustakaan Masjid At-Taubah Rutan Kelas IIA Kendari dijalin kerjasama dengan Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH).

WhatsApp Image 2020 09 28 at 14.59.03 1

Iwan Mutmain, mengapresiasi dan menyambut baik kerjasama ini. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya atas sumbangan al-Qur’an untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) serta buku-buku bacaan dan majalah Suara Hidayatullah untuk perpustakaan Masjid At-Taubah Rutan Kelas IIA Kendari,” kata Iwan.

Menurut Iwan, semoga dengan al-Qur’an baru ini, WBP semakin antusias untuk belajar mengaji. Karena, ini sejalan dengan program pembinaan ruhani di Rutan ini yaitu membentuk WBP menjadi manusia-manusia yang berakhlak dan memiliki pengetahuan agama yang baik.

“Selain itu, sumbangan buku-buku bacaan dan majalah Suara Hidayatullah dapat menambah ilmu pengetahuan agama sehingga menjadi bekal hidup narapidana selama menjalani masa hukumannya dan bekal ketika bebas nanti,” ujarnya.

“Dengan dijalankannya kegiatan belajar baca al-Qur’an secara konsisten, diharapkan WBP bisa baca al-Qur’an. Kami betul-betul fokus memberantas buta baca al-Qur’an di Rutan ini,” Iwan menegaskan.

Menurutnya, sudah banyak WBP yang dulunya tidak bisa baca al-Qur’an, setelah diberi bimbingan oleh guru mengaji dan pembina kerohanian Islam, alhamdulillah jumlah WBP yang belum bisa mengaji berkurang. Salah satunya warga binaan bernama M Rijal.

“Saat masuk yang bersangkutan sama sekali tidak bisa baca al-Qur’an, sekarang sudah bisa baca. Mereka yang telah mengkhatamkan akan diberi sertifikat dari Rutan Kelas IIA Kendari,” papar Iwan.

“Saya sudah menjalani masa hukuman sekitar 3 tahun. Alhamdulillah, di Rutan Kelas IIA Kendari ini saya sudah bisa mengaji dan sudah berkali-kali khatam al-Qur’an,” kata salah seorang narapidana berinisial JF.

WhatsApp Image 2020 09 28 at 14.57.41

“Pembinaan keagamaan di sini benar-benar merubah saya untuk bisa mendalami agama Islam dengan baik,” imbuhnya.

Bahkan, terdapat warga binaan bernama Zamzami Tohar, napi kasus narkotika, sekarang menjadi guru ngaji dan penghapal al-Qur’an.

Sementara itu, pengurus perpustakaan Masjid At-Taubah, M Iqbal Aziz menyampaikan ungkapan terima kasihnya. “Saya atas nama pengurus perpustakaan Masjid At-Taubah Rutan Kelas IIA Kendari mengucapkan banyak terima kasih atas pemberian wakaf al-Quran, buku-buku bacaan dan majalah Suara hidayatullah dari Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah. Sangat bermanfaat dan semoga dicatat oleh Allah sebagai amal jariyah kebaikan,” ujar Iqbal.

Menurut Iqbal, semua ini bukti dari kerjasama yang baik dari pihak Rutan dan kerja keras petugas Pembina Kerohanian Islam, Teguh Santoso dan Eki Rahmat Hidayat. “Beliau dengan sabar membina warga binaan di Rutan ini,” katanya.

Menurut petugas Humas Rutan Kelas IIA Kendari, saat ini jumlah WBP Muslim sebanyak 520 orang. WBP yang terdaftar mengikuti kegiatan belajar baca al-Qur’an sebanyak 250 orang. Sedangkan yang aktif membaca setiap hari sekitar 150 orang.

Para narapidana di berbagai Rutan di Nusantara sangat membutuhkan al-Qur’an. Mereka bersemangat belajar agama. Oleh karena itu, yuk, mari bantu mereka. Dukungan kita, semangat bagi mereka.*Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org

Related Articles

Leave a Comment

× Ada Yang Bisa Kami Bantu?