Home Penyerahan Wakaf Santri Karawang Senang Dapat Al-Qur’an

Santri Karawang Senang Dapat Al-Qur’an

by admin

“Assalamu’alaikum, kami santri TPQ Al-Masyhuriah mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah mewakafkan al-Qur’annya kepada kami melalui Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah dan semoga berkah selalu. Aamiin,” ujar Aditiya bersama beberapa santri lainnya.

“Alhamdulillah, kami senang dapat al-Qur’an baru,” kata Renita yang memakai kerudung merah.

“Saya mengucapkan jazakumullah khairan katsiran kepada Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah yang peduli kepada kami. Insya Allah al-Qur’an ini sangat bermanfaat,” ungkap Ustadz Zainal Arifin, Ketua Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa Al-Masyhuriah.

“Luar biasa pahala wakaf ini. Semoga amal jariyah para pewakaf terus mengalir hingga akhir kelak,” imbuhnya.

“Al-Qur’an yang kami berikan tidak banyak, namun ini bukti kepedulian kami untuk mendukung program pemberantasan buta huruf al-Qur’an. Semoga bermanfaat,” ujar M Azmi, sekretaris Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) akhir Desember 2020 lalu.

WhatsApp Image 2021 01 21 at 09.05.19 e1611195725472

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Masyhuriah didirikan pada 2006 oleh Ustadz Zainal  Arifin. TPQ ini beralamat di Dusun Telagaherang RT 10, RW 004, Desa Telukbuyung, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bisa ditempuh sekitar 1,5 jam dari pusat kota Karawang.

Alhamdulillah seiring dengan perjalanan waktu, jumlah santri terus bertambah. Para orang tua yang mayoritas buruh tani tersebut senang dengan keberadaan TPQ. Karena itu, Ustadz Zainal kemudian mendirikan Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa Al-Masyhuriah pada 2019.

Kini, jumlah santri yatim sekitar 80 orang. Sedangkan jumlah santri keselutuhan sebanyak 157 orang. Mereka berasal dari dari daerah Pakisjaya, Batujaya, dan Rengasdengklok. Mereka datang dan pergi karena tidak ada sarana dan tempat untuk bermukim. Para santri tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis.

WhatsApp Image 2021 01 21 at 09.05.19 1

Ada dua pengajar yang senantiasa mendampingi para santri. Kegiatan ngaji santri di TPQ ini dibagi dua, yang kecil dimulai ba’da zuhur sampai maghrib. Sedangkan santri remaja dari ba’da maghrib hingga jam 11 malam. Mereka juga belajar hafalan al-Qur’an, muhadoroh, dan seni hadroh untuk menambah semangat belajar di malam hari.

Meski sarana dan prasarana mereka terbatas, tetapi pengurus dan para santri tetap bersemangat mengajar dan belajar ilmu agama.

Masih banyak di pelosok Tanah Air kita yang membutuhkan al-Qur’an. Oleh karena itu, yuk, bantu mereka dengan berwakaf al-Qur’an.*Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org

Related Articles

Leave a Comment

× Ada Yang Bisa Kami Bantu?