Santri Pesantren Nahdlotul Ulum Konawe Bahagia Dapat Al-Qur’an

Pada Juli lalu, Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) menyalurkan al-Qur’an wakaf dari para donatur.

Pada kesempatan itu, al-Qur’an diterima oleh pengurus pesantren. “Jazakallah khairan katsiran atas pemberian al-Qur’annya. Insya Allah al-Qur’an ini sangat bermanfaat bagi santri kami,” ujar Ustadz Ali.

Kemudian Ustadz Ali mendoakan. “Semoga amal jariyah dari para donatur dibalas oleh Allah Ta’ala dengan ganjaran yang berlimpah ruah.”

Senada dengan Ustadz Ali, para santri pun menyampaikan ungkapan terima kasihnya. “Kami para santri Pesantren Nahdlotul Ulum Cialam Jaya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah yang telah memberikan al-Qur’an kepada kami,” ungkap puluhan santri.  “Al-Qur’an baru ini sangat bermanfaat dan membuat kami bersemangat belajar al-Qur’an,” lanjutnya.

Pesantren Nahdlotul Ulum yang beralamat di Jalan Laoke, Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara ini berdiri pada Oktober 2021. Pesantren yang berjarak 200 km dari pusat kota kabupaten ini didirikan oleh Ustadz Muslim, Ustadz Ali, Ustadz Ishaq, dan Ustadz Abd. Rahman.

“Saat ini kami mengelola pendidikan dari tingkat MTs dan Aliyah,” kata Ustadz Ishaq, Ketua Pesantren Nahdlotul Ulum.

Mencetak Kader Islam

Menurut Ustadz Muslim, Pondok Pesantren Nahdlotul Ulum Cialam Jaya ini masih dalam tahap pembangunan. Ia merencanakan pembangunan pondok pesantren di lokasi seluas 1,5 hektar tersebut karena minimnya wadah legal yang menaungi warga ataupun peserta didik yang akan mempelajari ilmu agama.

Kini, di Pesantren Nahdlotul Ulum tercatat ada sebanyak 60 santri mukim dan 70 “santri kalong” (tidak tetap) dengan jumlah pengajar sebanyak 20 orang.

Mayoritas pekerjaan masyarakat di sekitar pondok adalah petani padi dan sayur. Mereka senang dengan kehadiran pesantren, meski usia pesantren masih seumur jagung. Mereka percaya menitipkan anak-anaknya untuk belajar Islam. 

“Pondok pesantren adalah salah satu wadah untuk menciptakan kader-kader pemimpin yang religius, berkualitas, memahami ilmu agama dan amanah,” ungkapnya.* Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org

Leave a Reply

Your email address will not be published.