Semangat Belajar Ngaji Santri Alfatih

No comment 126 views

Selepas waktu Ashar, beberapa anak mulai berdatangan ke Majelis Qur’an Alfatih. Mereka datang ada yang berjalan kaki dan naik sepeda. Selain itu, ada juga yang diantar orangtuanya naik sepeda motor. Mereka sangat ceria.

Majelis Qur’an Alfatih beralamat di Jalan Perintis II RT. 002 RW. 005, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Makin sore, tempat tersebut makin ramai. Santri yang biasa mengaji pun sudah berkumpul. Anak laki-laki dan perempuan dipisah.

Menurut Ketua Majelis Alfatih, Cahya Fatony, berbagai kegiatan sudah dilaksanakan di lembaga yang berdiri sejak tahun 2011 ini. Di antaranya, PAUD, TPA, pengajian untuk remaja, untuk ibu-ibu dan bapak-bapak, yang diselenggarakan mingguan dan bulanan.

“Alhamdulillah, santri di sini  cukup banyak, kegiatan kami mulai pagi jam 8 hingga jam 10 untuk PAUD, lanjut jam 3 sore ngaji Qur’an untuk anak-anak, sedangkan yang remaja hingga ba’da Isya’,” papar Fatony.

“Selain itu, kami mengadakan pengajian untuk ibu-ibu dan bapak-bapak, juga kegiatan-kegiatan peringatan hari besar Islam,” imbuhnya.

Saat ini santri yang tercatat per bulan Oktober 2019 berjumlah 160 santri, “Namun ini bersifat fluktuatif, tapi cenderung meningkat,” kata Neni Maharani, Sekretaris Majelis Qur’an Alfatih.

“Kebanyakan pengurus adalah relawan, anak muda yang semangat untuk mengabdi,” ujar Neni.

Selasa, 12 November lalu, pada kesempatan itu tim Yayasan Wakaf Qur’an Suara Hidayatullah menyerahkan secara langsung al-Qur’an, majalah Islam, dan buku bacaan untuk anak-anak.

“Terima kasih telah membantu kami dalam mengembangkan program perpustakaan Alfatih sebagai syiar Islam. Semoga al-Qur’an, buku-buku, dan majalah yang diwakafkan bermanfaat dan membawa berkah untuk pewakaf dan Majelis Qur’an Alfatih sebagai penerima wakaf,” ungkap Neni.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Wakaf Qur’an Suara Hidayatullah, M Azmi, dalam sambutannya mengajak para santri untuk semangat belajar al-Qur’an.

Alhamdulillah, kami bisa bersilaturahim dengan santri yang shalih dan shalihah. Anak-anak terus semangat belajar al-Qur’annya ya…hingga baik dan benar. Harus betul makhraj hurufnya…harus betul panjang pendeknya. Kalau salah bacanya maka salah juga artinya,” kata Azmi.

“Kami menyampaikan amanah al-Qur’an, majalah Suara Hidayatullah, dan buku-buku bacaan anak. Jangan cuma disimpan di perpustakaan, tapi dibaca ya..!” ujar Azmi.

Nazwa Maulida, kelas 5 SD, yang sudah 4 tahun belajar mengaji di Majelis Qur’an Alfatih mengatakan, ”Alhamdulillah, sekarang Majelis Qur’an Alfatih banyak al-Qur’an, aku dan temen-temen bisa pakai untuk ngaji dan murajaah hafalan, juga bisa baca majalah dan buku-buku bacaan lainnya, kami jadi semangat belajar al-Qur’an. Terima kasih Yayasan Wakaf Qur’an Suara Hidayatullah, insya Allah berkah.”

 
Yuk, bantu mereka di berbagai daerah yang masih banyak membutuhkan al-Qur’an.* Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org

Berbagi Untuk Yang Lain:
No Response

Leave a reply "Semangat Belajar Ngaji Santri Alfatih"