Home Berita Semangat Belajar Santri TPQ Al-Furqon Bengkulu

Semangat Belajar Santri TPQ Al-Furqon Bengkulu

by admin

“Mari kita membaca basmallah untuk mulai ngaji pada siang hari ini,” pinta Muhammad Saripudin kepada beberapa santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Furqon.

Para santri kemudian belajar mengaji sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Ada yang masih di kelompok Iqra’ dan kelompok yang sudah bisa membaca al-Qur’an.

Pada kesempatan itu, 22 Februari 2021 lalu, santri TPQ Al-Furqon yang beralamat di RT 4, Desa Sumber Agung, Kecamatan Arma Jaya,  Kabupaten Bengkulu Utara menerima al-Qur’an dari para pewakaf melalui Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH).

Muhammad Saripudin adalah pengajar dan juga ketua TPQ di sini. Ia baru setahun mengajar. Namun semangatnya tidak diragukan lagi.

“Kami atas nama pengurus TPQ Al-Furqon menyampaikan terima kasih atas bantuan al-Qur’an dan Iqra’nya. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi para donatur dan pengurus Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah yang telah menjadi jalan kebaikan,” ungkapnya. 

“Semoga Allah membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda baik di dunia terlebih di akhirat,” imbuh pria kelahiran Seluma, tahun 1998 ini.

Senada dengan pengajarnya, Vadia dan Nayla Ramadhani, siswa kelas 5 SD juga mengungkapkan rasa syukurnya. “Kami sangat bersyukur dapat al-Qur’an baru, sangat berguna.  Terima kasih al-Qur’annya,” kata mereka sambil tersenyum.

Menurut Muhammad, TPQ Al-Furqon didirikan oleh Ustadz Syafrudin pada tahun 2014. Awalnya hanya beberapa santri saja. Namun, seiring dengan perjalanan waktu, jumlah santri terus bertambah. Para orangtua yang mayoritas petani itu senang dengan keberadaan TPQ tersebut.

“Selain belajar Iqra’, al-Qur’an, santri juga belajar hafalan Hadits, doa-doa, dan belajar menulis Arab,” kata Muhammad.

Saat ini, jumlah santri di TPQ Al-Furqon sebanyak 60 orang. Mereka berasal dari warga Desa Sumber Agung dan sekitarnya.  Ada 10 pengajar yang selalu mendampingi mereka. 

Kegiatan sehari-hari mengaji itu dimulai dari ba’da Zuhur hingga menjelang Ashar. Selain itu, seminggu sekali santri diajak berolahraga.

Banyak TPQ, TPA, mushala, masjid, pesantren, dan majelis taklim di pelosok negeri ini sangat kekurangan fasilitas, terutama persediaan al-Qur`an. Tetapi keterbatasan itu tidak mengurangi semangat mereka dalam menimba ilmu agama.

 
Oleh karena itu, yuk, bantu mereka. *Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org

Berbagi Untuk Yang Lain:

Related Articles

Leave a Comment

× Ada Yang Bisa Kami Bantu?