Home Berita Semangat Mengaji Santri TPA di Pulau Solor Timur

Semangat Mengaji Santri TPA di Pulau Solor Timur

by admin

Biasanya hari-hari di bulan Desember ombak laut cukup besar. Namun hari itu ombak sedang mereda. Awak kapal perintis KM Sabuk Nusantara, Seri 55, sudah melepas jangkar tanda perjalanan akan dimulai.

Kapal bergerak dari Pelabuhan Tenau di Kupang menuju Pelabuhan Menanga di Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kapal membelah lautan dan menimbulkan gelombang kecil. Air laut yang biru, bebukitan yang kokoh begitu indah, merupakan anugerah dari Sang Pencipta.

Setelah menempuh perjalanan laut selama 17 jam, akhirnya kapal bersandar di Pelabuhan Menanga. Ustadz Ridwan, dai dari Hidayatullah Kupang kemudian bersiap melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor sejauh 3 kilometer untuk menuju lokasi TPA Al-Yaqin di Desa Lohayong.

“Alhamdulillah, setelah perjalanan laut selama 17 jam, sekarang saya lanjut ke Desa Lohayong untuk menjumpai santri-santri di TPA Al-Yaqin,” ujar Ustadz Ridwan.

Wakaf Al-Qur’an

Alhamdulillah, pada 9 November lalu, telah diserahkan sejumlah al-Qur’an dari Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah. Al-Qur’an tersebut diserahkan kepada santri TPA Al-Yaqin oleh relawan Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah, Ustadz Ridwan.

Penyerahan al-Qur’an berlangsung ba’da shalat Maghrib. Waktu itu belum banyak santri yang hadir. Karena, baru sekitar tiga hari dimulai kembali belajar setelah Ustadz Ahmad Thalib sembuh dari sakitnya.

“Terima kasih kami sampaikan kepada pewakaf, pengurus Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah, dan relawan yang telah sudi memperhatikan kami dengan memberikan al-Qur’an dan Iqra’. Semoga Allah menggantikannya dengan pahala yang berlimpah,” papar Ahmad Thalib, terbata-bata dan matanya berkaca-kaca.

TPA Al-Yaqin berlokasi di Desa Lohayong 2, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur. Lokasi ini berada di Pulau Solor. Sebelah barat terbentang pulau Flores. Sebelah utara berhadapan langsung dengan pulau Adonara. Sebelah selatan terhampar luas laut Sawu, sebagai jalur utama transportasi laut menuju Kupang, pulau Sabu dan pulau Rote.

TPA Al-Yaqin telah berdiri sejak tahun 1990. Para orang tua santri yang belajar saat ini pernah belajar di TPA ini. Jadi, bisa dibilang inilah TPA yang tertua dan masih eksis sampai sekarang.

TPA ini diasuh oleh Ahmad Thalib bersama beberapa sanak saudaranya. Jumlah santrinya rata-rata berkisar 40-60 orang setiap tahunnya. Santri tidak dipungut biaya alias gratis.

Pada awal pembelajaran, Ahmad Thalib hanya bermodalkan kapur tulis dan triplek bekas yang ia dapati dari sisa-sisa pembangunan. Media belajar pun langsung di papan tulis karena waktu itu belum ada buku Iqra’ sebagai media belajar.

“Saya merasa terpanggil untuk menyalurkan al-Qur’an dan Iqra’ ke TPA Al-Yaqin ini walaupun untuk bisa tiba di Lohayong harus menyebrang sehari semalam menggunakan kapal perintis mengarungi luasnya laut Sawu,” ungkap Ridwan.

Pulau Solor adalah satu dari tiga pulau besar berpenghuni yang berada di wilayah Kepulauan Nusa Tenggara. Di sini ada situs peninggalan Portugis dari abad XV yaitu benteng Hendriques, di Desa Lohayong.

Pulau Solor terdiri dari tiga kecamatan; Solor Barat, Solor Timur dan Solor Selatan.

Di Kecamatan Solor Timur terdapat 17 desa. Desa Lohayong 2 adalah salah satu desa di Kecamatan Solor Timur yang penduduknya 100 persen Muslim dengan mata pencahariannya sebagai nelayan.

Meski serba terbatas tetapi semangat mereka dalam menimba ilmu agama sangat besar. Mereka semakin bersemangat ketika mendapat wakaf al-Qur’an dari Anda. Yuk, kita bantu mereka.

*Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org

Berbagi Untuk Yang Lain:

Related Articles

Leave a Comment

× Ada Yang Bisa Kami Bantu?