Home Berita Senyum Santri Cariu Bogor

Senyum Santri Cariu Bogor

by admin

Selasa, 4 September lalu. Ba’da Ashar beberapa anak-anak di MDTA Baitul Muttaqin seperti biasanya mengaji. Keceriaan mereka bertambah ketika mendapatkan informasi akan dibagikan wakaf al-Qur’an.

“Alhamdulillah, kami atas nama santri MDTA Baitul Muttaqin, Desa Tegal panjang Kecamatan Cariu, Bogor mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan wakaf al-Qur’annya. Insya Allah sangat bermanfaat bagi kami. Semoga Allah membalas kebaikan bapak dan ibu sekalian,” kata Rania, siswi kelas 4 SD dengan senyum yang mengembang.

MDTA Baitul Muttaqin, beralamat di Perum Griya Cariu Indah Blok F, Desa Tegal panjang Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa barat. Menurut Taufik Heryanto, salah seorang pendiri MDTA Baitul Muttaqin, awal berdirinya MDTA Baitul Muttaqin yaitu akhir November 2017. Ia bersama rekan-rekannya berinisiatif mengumpulkan anak-anak yang ada di perumahan untuk lebih di fokus mengaji di masjid.

Saat itu, mereka belum memiliki tempat, sehingga kegiatan mengaji anak-anak diadakan di teras masjid.

“Waktu itu ada 64 anak didik, mulai dari tingkat pemula (umur 4-5 tahun sampai usia SMP). Beberapa tahun berjalan atas inisiatif rekan-rekan juga, kami mendirikan MDTA Baitul Muttaqin,” ujar Taufik.

“Secara resmi berdiri pada 23 Januari 2020, di bawah naungan Yayasan Nur Baitul Muttaqin,” imbuhnya.

Waktu terus berjalan. Kegiatan anak-anak mulai beragam dan mendapatkan dukungan dari para orangtua.

Mengingat jumlah santri yang cukup banyak, maka kegiatannya dibagi dua: untuk anak-anak atau pemula yaitu ba’da Ashar sampai pukul 5 sore. Kemudian dilanjut ba’da Maghrib sampai waktu shalat Isyak.

Alhamdulillah, saat ini jumlah santrinya 45 orang. Adapun  kegiatan selain mengaji yaitu program didikan Subuh. Dilaksanakan 2 minggu sekali. Ada juga MABIT. Dilaksanakan 3 bulan sekali. Bahkan, ada juga tadabbur alam.

Selain itu, nonton bareng film islami, belajar komputer, dan bahasa Inggris. Juga ada kegiatan rutin malam Jumat, yaitu pembacaan Surat Yasin.

Masyarakat di sekitar MDTA Baitul Mutaqqin pada umumnya Muslim, walaupun di perumahan tersebut ada juga yang non-Muslim. Mata pencaharian warga di sekitar MDTA Baitul Muttaqin beragam, ada  pedagang, ada guru, dan pekerja pabrik. Mereka sangat mendukung keberadaan lembaga tersebut.

Sama halnya dengan Rania, Ustadz Dadan, guru ngaji di Masjid Baitul Muttaqin pun menyampaikan ungkapan rasa terima kasihnya.

“Alhamdulillah, wasyukurillah kami panjatkan puji syukur kepada Allah dan ucapan terima kasih kepada Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah atas pemberian wakaf al-Qur’annya mudah-mudahan keberkahan dan pahala yang melimpah untuk bapak dan ibu para pewakaf dan juga pengurus wakaf,” ungkap Dadan.

“Dan semoga al-Qur’an ini menjadi petunjuk dan hidayah bagi kita semua,” pungkasnya.

“Saya sampaikan jazakumullahu khairan katsiran atas kebaikan para muhsinin yang turut membantu pengadaan al-Qur’an ini, dan juga kepada Yayasan Wakaf Al-Quran Suara Hidayatullah. Semoga Allah membalas dengan pahala yang terus mengalir hingga akhir kelak,” ungkap Taufik.

Semangat mengaji terpancar dari wajah-wajah santri yang sedang menimba ilmu agama di Yayasan Nur Baitul Muttaqin. Juga semangat dari ibu-ibu jamaah pengajian, dan para pengurus MDTA Baitul Muttaqin.

Masih banyak masjid, mushala, TPQ/A, rumah Qur’an, pesantren, dan majelis taklim yang membutuhkan al-Qur’an di pelosok Nusantara.

Oleh karena itu, yuk, kita bantu mereka dengan berwakaf al-Qur’an. Insya Allah, pahalanya terus mengalir meskipun usia kita telah berakhir. *Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org

Berbagi Untuk Yang Lain:

Related Articles

Leave a Comment

× Ada Yang Bisa Kami Bantu?