Home Berita Senyum Santri Riyadul Athfal Lebak

Senyum Santri Riyadul Athfal Lebak

by admin

Siang menjelang sore. Hujan deras baru saja reda. Namun, masih menyisakan gerimis tipis dan meninggalkan beberapa genangan air di sekitar pondok.

Pondok tersebut bernama Pesantren Salafi Riyadul Athfal. Lokasinya di Kampung Teras, Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Pada Desember 2020 lalu, Pesantren Salafi Riyadul Athfal mendapat al-Qur’an dari para donatur Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH).

Beberapa santri putra tampak ceria. Mereka berkumpul dan mewakili teman-temannya untuk menerima wakaf al-Qur’an.

“Hanya beberapa santri putra yang mewakili untuk menerima wakaf al-Qur’an, berhubung masih hujan jadi tidak banyak yang hadir,” kata Hasanuddin, relawan yang membagikan al-Qur’an.

“Kami atas nama santri Pondok Pesantren Salafi Riyadul Athfal Lebak, Banten, mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah atas pemberian al-Qur’annya. Semoga para pewakaf diberi pahala yang berlipat oleh Allah SWT,” kata beberapa santri yang hadir bersamaan.

Mala dan Sabila, mewakili santri putri di Pesantren Salafi Riyadul Athfal juga menyampaikan hal serupa.

“Alhamdulillah, kami dapat al-Qur’an baru, insya Allah sangat bermanfaat. Jazakallah khairan katsiran,” kata mereka berdua sambil tersenyum.

Pondok Pesantren Salafi Riyadul Athfal didirikan pada tahun  2013, dipimpin oleh Ustadz Kholil. Saat ini, pesantren menampung santri sebanyak 36 orang.

Suasana sekitar pondok masih hijau, banyak pepohonan. Bahkan ada kebun di depan pondok. Di pondok ini air pun masih melimpah. Untuk memasak para santri masih menggunakan tungku api. Ketika makan mereka bersama-sama di satu nampan.

Kegiatan santri putra maupun putri cukup padat. Namun, mereka tetap senang dan mengikuti kegiatan di pondok. Adapun aktivitas mereka dilakukan setelah shalat Subuh hingga jelang waktu dhuha. Setelah shalat Dhuha santri mengkaji kitab serta al-Qur’an.

Ba’da dhuhur mereka sorogan, para santri dapat menyodorkan materi yang ingin dipelajarinya. Santri mendapatkan bimbingan secara individual.

Sorogan yaitu metode pembelajaran yang banyak diterapkan di pesantren hingga kini, terutama di pesantren-pesantren salaf. Istilah ini sangat populer di kalangan pesantren, terutama yang masih menggunakan kitab kuning sebagai sarana pembelajaran utama.

Begitu juga ba’da ashar, para santri kembali mengaji kitab. Sementara untuk malam Jumat ada kegiatan muhadoroh, para santri dilatih untuk tampil di depan umum ada yang jadi MC, qari, ceramah, dan shalawatan.

Masih banyak daerah di pelosok negeri ini yang membutuhkan al-Qur’an, buku Iqra’, dan sarana lainnya. Mereka kian bersemangat ketika mendapat wakaf al-Qur’an dari Anda.

 

Yuk, kita bantu mereka! Jangan lewatkan ladang amal ini, pahala surga telah menanti Anda. *Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org

Berbagi Untuk Yang Lain:

Related Articles

Leave a Comment

× Ada Yang Bisa Kami Bantu?