Tebar Qur’an untuk Korban Banjir Jeneponto

No comment 61 views

Dua bulan lebih sudah berlalu. Peristiwa bencana tanah longsor dan banjir bandang merendam beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan. Termasuk wilayah sekitar Sungai Kelara, Kabupaten Jeneponto.

Banjir yang terjadi pada 22 Januari lalu itu merendam Jalan Poros Jeneponto-Makassar. Bahkan memutus satu jembatan penghubung antar desa.

Akibat kerasnya arus banjir yang menerjang, beberapa gedung sekolah dan perkantoran rusak. Ratusan korban luka ringan dan berat. Ratusan rumah panggung warga porak-poranda dan tertimbun lumpur setinggi lutut. Ada yang hanyut terbawa arus deras sungai.

Beberapa korban jiwa ditemukan terselip di tumpukan kayu-kayu besar yang terbawa air. Bahkan warga hanya bisa pasrah saat melihat rumahnya hanyut karena terbawa arus banjir yang sangat besar.

Selain itu, sekitar 20 masjid terdampak bencana banjir dan tertimbun lumpur, termasuk Masjid Agung Jeneponto. Tak ada barang inventaris masjid yang bisa diselamatkan. Karpet, perangkat elektronik masjid, termasuk mushaf al-Qur’an, semuanya rusak.

Tebar Al-Qur’an

Pada April 2018 lalu, Yayasan Wakaf Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) bekerjasama dengan relawan Komunitas Sahabat Al-Qur’an (SQ) dan Komunitas Muslimah Peduli (KMP) Jeneponto, menyerahkan al-Qur’an untuk warga Dusun Sampeang, Desa Kayuloe Barat, Kecamatan Turatea, salah satu wilayah terdampak bencana.

Alhamdulillah, Program Tebar Qur’an dari Yayasan Wakaf Qur’an Suara Hidayatullah, bekerjasama dengan Komunitas Sahabat Al-Qur’an (SQ), dan Komunitas Muslimah Peduli (KMP) Jeneponto, sangat membantu warga untuk kembali dekat dengan al-Qur’an,” kata Wati,  warga Dusun Sampeang, dengan senyum yang mengembang.

Dalam kegiatan ini, pakaian layak pakai sumbangan beberapa donatur dibagikan kepada warga. Beberapa perlengkapan sekolah seperti buku, pulpen, dan pensil juga dibagikan kepada anak-anak yang kembali bersekolah pasca bencana.“Terima kasih, Program Tebar Qur’an yang diinisiasi oleh Yayasan Wakaf Qur’an Suara Hidayatullah ini, tidak lain adalah cara kita kembali mendekatkan umat pada Rabb mereka,” jelas Ali Akbar, pegiat Komunitas SQ Jeneponto sekaligus relawan dalam Program Tebar Qur’an ini.

“Harapan besar kita bersama, dengan terjadinya musibah ini, kita semuanya bisa kembali dan semakin dekat dengan Allah Ta’ala,” imbuhnya.

Kini, warga berangsur-angsur membenahi kembali rumah mereka. Sebelumnya mereka tinggal di pengungsian, di tenda-tenda halaman rumah, dan rumah-rumah keluarganya.

Sisa-sisa bangunan yang masih ada, semisal seng dan tiang kayu mereka kumpulkan untuk membangun rumah kembali. Meski tak sebesar yang dulu, namun setidaknya cukup untuk membuat nyaman dan aman bagi mereka.

Di beberapa mushala, masjid, dan majelis taklim sangat kekurangan al-Qur’an. Tetapi keterbatasan itu tidak mengurangi semangat mereka dalam menimba ilmu agama. Dan mereka semakin bersemangat ketika mendapat wakaf al-Qur’an dari Anda.* Ummu Uyun, Dadang Kusmayadi

Berbagi Untuk Yang Lain:
No Response

Leave a reply "Tebar Qur’an untuk Korban Banjir Jeneponto"