Home Berita Wakaf Al-Qur’an untuk Komunitas Sahabat Tobat

Wakaf Al-Qur’an untuk Komunitas Sahabat Tobat

by admin

Astaghfirullahal’adzim….astaghfirullahal’adzim…astaghfirullahal’adzim….alunan istighfar terdengar dari ruang berukuran 6×10 meter persegi di lantai 2 klinik IMS. Tepatnya di Jl. Raya Condet no. 103, Batu Ampar, Jakarta Timur.

Sekitar 15 orang pria bertato melantunkan istighfar bersama. Khusyuk. Bahkan ada yang meneteskan air mata. Mereka adalah komunitas Sahabat Tobat (Sobat).

Setelah beristighfar selama 1 jam mereka mendapatkan tausiyah dari Ustadz Abdul Maliki, pembina Havara Foundation dan juga da’i youtuber.

Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah yang hadir untuk bersegera menuju ampunan Allah dengan mengutip surah Ali Imran ayat 133.  

“Kita berusaha untuk meneladani Rasulullah SAW. Rasulullah yang maksum, tidak ada dosa, sudah dijamin masuk surga pun senantiasa beristighfar. Kita harus bersyukur masih diberi kesempatan oleh Allah waktu dan usia, karena itu, bersegeralah menuju ampunan Allah, tidak menunda apalagi mengabaikannya,” papar Maliki.

“Karena namanya kematian tidak tahu kapan datangnya dan manusia tempatnya salah dan dosa, kita makhluk yang lemah. Karena itu, yuk, kita selalu beristighfar, Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima tobat,” ujarnya.

Acara yang diprakarsai oleh Islamic Medical Service (IMS) ini merupakan pembinaan dan pendampingan bagi komunitas Sahabat Tobat (Sobat). Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari (28-30/9/2020) dan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti hapus tato gratis, tausiyah, pembagian wakaf al-Qur’an, dan pelatihan fotografi.

“Perlu sinergi untuk saling menguatkan, sehingga mampu tetap istiqamah di jalan hijrah yang penuh tantangan ini,” ujar Direktur IMS, Imron Faizin.

“Kami ingin ikhtiar maksimal di dalam membersamai kawan-kawan yang sedang meniti jalan hijrah. Jadi tidak hanya dari sisi kesehatan dalam hal ini hapus tato, tapi juga  yang lainnya. Yaitu pembinaan ruhani, belajar baca tulis al-Qur’an, pelatihan life skil dan ikhtiar utk solusi ekonomi mereka,” papar Imron.

Senang mendapat al-Qur’an

Menurut Imron, di hari pertama kegiatan ada 20 orang Sahabat Tobat yang mendapat tindakan hapus tato dari tim IMS. Mereka datang dari wilayah Jabodetabek.

Beni (24) tahun, dari Cibinong, turut merasakan manfaat kegiatan tersebut. “Saya diajak oleh temen, tapi saya belum hapus tato. Hanya ikut zikir dan tausiyah saja, terima kasih al-Qur’annya. Alhamdulillah, senang dan hati adem,” ujarnya.

“Alhamdulillah dapat al-Qur’an, insya Allah bermanfaat bagi saya,” kata Faisal, pemuda asal Cikarang ini.

Sementara, Veny, istri Bimo, yang selalu setia mendampingi suaminya ketika menghapus tato, merasakan hal yang sama. “Terima kasih banyak sudah membantu niat tulus suami saya untuk berubah menjadi lebih baik melalui komunitas Sobat, sehingga dapat menemukan jalan pulang. Semoga Allah membalas kebaikan semuanya,” ungkapnya.

Senada dengan Beni, Faisal, dan Veny, Zamzami Ridwan pun merasakan demikian.

“Saya berharap teman-teman, ayolah bareng-bareng untuk lebih baik, karena usia kita tidak tahu sampai kapan, jam, hari atau bulan, kita nunggu antrian untuk mati. Amalan apa yang jadi bekal di akhirat,” ajak Zamzami Ridwan, yang sering disapa dengan sebutan Iwan Da’i.

Zamzami Ridwan alias Iwan Da’i, adalah Sahabat Tobat binaan IMS. Sebelum berhijrah ia adalah pembuat tato. Teman-temannya memanggilnya Iwan Daki, karena seluruh tubuhnya penuh tato.

Iwan Da’i berkisah. Untuk memupuk hidayah yang Allah teteskan, ia sering mengikuti kajian Islam untuk komunitas punk. Kajian itu membahas berbagai hal, mulai dari tata cara berwudhu, membaca Iqra, sirah nabi, adab hingga fikih.

Sebelum berhijrah, penghasilan Iwan dari jasa membuat tato cukup besar, bisa jutaan. Namun setelah berhijrah, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya ia harus bekerja keras.

Kata Iwan, setelah berhijrah, sekitar tiga bulanan ia pernah berkeliling jualan mangga. Mangga tidak laku dan busuk. Akhirnya rugi. “Terus saya ganti jualan nasi goreng, tidak laku juga, sehari hanya laku 3-4 porsi, nasi masih numpuk, akhirnya disedekahkan ke para pemulung daripada mubazir,” Iwan mengenang masa-masa itu.

Kini, Iwan membuka Dapur Bang Da’i yang dimodali oleh IMS. Selain berdagang, kegiatan Iwan lainnya berdakwah di lingkungan anak-anak punk.

“Di Dapur Bang Da’i itu ada menu ayam bakar, mie ayam, ayam mangap-mangap, minuman syukur (susu kurma), jeli BM (Bukan Miras) yaitu minuman jus berbagai rasa. Jika ke Teluk Pucung, Bekasi Utara, silakan mampir,” kata Iwan berpromosi.

Pada kesempatan acara itu, pengurus Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) memberikan al-Qur’an kepada Sahabat Tobat. Mereka sangat senang sekali.

“Al-Qur’an yang kami berikan dari pewakaf jumlahnya tidak banyak, namun Ini bukti kepedulian kami kepada kawan-kawan di komunitas punk, komunitas hijrah maupun komunitas Sahabat Tobat,” ujar Ismatullah, staf YAWASH.

“Terima kasih kami sampaikan kepada para pewakaf al-Qur’an dan Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah yang selama ini menjalin kerjasama dengan IMS. Al-Qur’an ini sangat bermanfaat  bagi mereka. Semoga kerjasama ini bisa berlanjut,” ujar Imron.

Masih banyak masyarakat yang membutuhkan al-Qur’an di pelosok negeri ini. Dukungan kita, semangat bagi mereka.

Mereka senang mendapat al-Qur’an dari Anda. Yuk, mari bantu mereka dengan berwakaf al-Qur’an.* Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org

Berbagi Untuk Yang Lain:

Related Articles

Leave a Comment

× Ada Yang Bisa Kami Bantu?