Skip to content

Wakaf Al-Qur’an untuk Santri Pesantren Ronting, NTT

“Alhamdulillah, wakaf al-Qur’an dan Iqra’ sudah kami terima. Untuk mengambilnya penuh perjuangan juga,” ujar Ahmad Yani, salah seorang pengurus Pesantren Ronting.   

“Saya menggunakan sepeda motor berangkat dari Desa Satar jam 7 pagi menuju agen cargo. Tiba kembali di Kampung Ronting jam 4 sore. Ya sekitar 9 jam pergi-pulang, selain jauh juga karena jalannya berliku-liku,” katanya.

Senang Mendapat al-Qur’an

Alhamdulillah, pada 6 Juli lalu, telah diserahkan sejumlah al-Qur’an dan Iqra’ dari Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH). Al-Qur’an dan Iqra’ tersebut diserahkan kepada santri Pesantren Ronting.

Saat penyerahan al-Qur’an belum banyak santri yang hadir. Karena, akibat wabah covid-19 yang melanda Indonesia, bahkan dunia yang hingga saat ini belum berakhir, maka santri masih diliburkan.

“Jadi, mereka masih diliburkan. Hanya beberapa orang saja yang hadir, karena mereka tinggalnya dekat pesantren,” ucap Ahmad Yani.

Sementara itu, Ustadz Alimin dengan terbata-bata dan matanya berkaca-kaca menyampaikan ungkapan terima kasihnya. “Alhamdulillah, terima kasih kami sampaikan kepada pewakaf, pengurus Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah, yang telah memberi kami al-Qur’an dan Iqra’. Semoga Allah mengalirkan pahala yang tak terputus hingga akhir kelak.”

Pesantren Ronting, terletak di Jalan Dampek, Reo, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Flores , Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kampung Ronting berada di dekat pantai laut Flores. Alamnya indah  dan air lautnya jernih.  Penduduknya mayoritas nelayan. Tapi ada juga yang bekerja sebagai petani ladang maupun sawah. 

Perjalanan menuju Kampung Ronting sekitar 4 sampai 5 jam berkendaraan dari Borong, ibukota Kabupaten Manggarai Timur.

Kecamatan Lamba Leda dikelilingi oleh sejumlah kecamatan, dengan batas selatan Kecamatan Poco Ranaka, batas utara Laut Flores, batas timur Kecamatan Lengko Elar, dan batas barat Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.

Letak geografis Kabupaten Manggarai Timur Yaitu: sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Ngada, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Manggarai, sebelah utara berbatasan dengan laut Flores, dan sebelah selatan berbatasan dengan laut Sawu.

Pesantren Ronting berdiri pada 5 Januari 2018.  Akan tetapi, mulai aktif akhir tahun 2019. Didirikan oleh Ustadz Alimin Hamid, Ustadz Ibrahim Mahmud, Abu Bakar Mahmud, Siti Masita, dan Ahmad Yani.

Santri Pesantren Ronting berasal dari daerah sekitarnya. Namun, ada juga dari desa sebelah yang dekat dengan lokasi pesantren.  

Semangat mengaji

Saat ini jumlah santri 32 hingga 40 orang. Fluktuatif, karena santri kadang aktif dan kadang tidak, tergantung kesehariannya. Sebab, ada santri yang bekerja membantu orang tuanya.

Menurut Ahmad Yani, kegiatan santri bervariasi seperti hafalan al-Qur’an, mengaji Iqra’, hafalan doa, dan tata cara shalat. Tergantung tingkat santrinya. Termasuk pengajian untuk umum, materinya disesuaikan dengan tingkat pemahaman agama jamaah.

“Mohon doanya dari kaum Muslimin, agar kami tetap istiqamah, sabar, dan bersemangat dalam berdakwah meskipun banyak sekali kekurangan sarana dan prasarana, begitu juga hambatan lainnya,” ujarnya.

Pesantren Ronting, sekarang sudah memiliki bangunan sendiri meskipun belum selesai. Sehingga masih banyak fasilitas yang belum ada. “Ini wakaf dari umat di Ronting. Selama ini kami pinjam tempat untuk kegiatan pesantren,” ungkap Ahmad Yani.

Masya Allah. Meski serba terbatas tetapi semangat santri menimba ilmu agama sangat besar. Begitu juga pengajar dan pengurus senantiasa berusaha agar proses belajar-mengajar tetap berjalan baik.

Dan, mereka semakin bersemangat ketika mendapat wakaf al-Qur’an dan Iqra’ dari Anda. Yuk, kita bantu mereka. *Dadang Kusmayadi/sejutaquran.org